Di 'Pasar Pengantin' Ini Gadis Dijual Seharga Handphone

Di 'Pasar Pengantin' Ini Gadis Dijual Seharga Handphone

"Pasar Pengantin" di Kalaidzhi Bulgaria tempat bertemunya para pembeli dengan orang tua yang menawarkan dan menjual anak gadisnya. (foto - ist)

Kalaidzhi - Ada keunikan apa yang dilakukan sejumlah orang di satu tempat yang mereka sebut sebuah pasar di Bulgaria. Pasalnya, pasar ini tidak dipenuhi penjual yang menjajakan barang dagangan lazimnya pasar sembako, tetapi di pasar ini para orangtua "menjajakan" anak gadis mereka yang masih perawan untuk ditawarkan dan dijual.
 
Keberadaan pasar yang lebih tepatnya disebut perayaan ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, yang dikenal dengan sebutan "Pasar Pengantin". Disebut Pasar Pengantin karena di lokasi ini para gadis dan pemuda bertemu, untuk saling mengenal. Uniknya, di sini para orangtua membawa anak gadisnya yang sudah didandani untuk segera "dijual" ke pemuda yang sudah menunggu di pasar tersebut.
 
Seperti dikutip dari laman News.com.au, belum lama ini saat para gadis remaja Kalaidzhi Bulgaria mengenakan pakaian terbaik mereka, seperti menggunakan lipstik, bedak ataupun minyak wangi mereka mempersiapkan diri untuk menjadi peserta dalam perayaan Pasar Pengantin.  Kebiasaan atau adat secara tradisional itu memang telah berlangsung lama di kota itu.
 
Dalam perayaan itu para orangtua "menjual" anak gadisnya kepada pria yang menawar dengan harga paling tinggi. Gadis yang berhasil dibeli akan langsung menjadi pengantin, untuk segera dinikahkan dengan pria tersebut. Dikabarkan, tradisi pasar pengantin tersebut dilaksanakan empat kali dalam satu tahun.
 
Dampak negatifnya, karena perayaan itu pula seorang gadis bisa putus atau berhenti sekolah karena harus menikah dengan pria yang membelinya. Foto dan video Pasar Pengantin tersebut‘ diungkap Milene Larsson, yang melakukan perjalanan berpuluh kilometer untuk merekam seperti apa kemeriahan perayaan itu. Ia pun lalu membuat sebuah video dengan judul "Young Brides for Sale".
 
"Pasar pengantin merupakan tradisi nenek moyang komunitas Kalaidzhi, yang masih dilestarikan hingga saat ini. Namun demikian, sekarang ini sebagian besar anak gadis lebih bebas untuk memilih siapa yang ingin mereka nikahi, ketimbang sekadar pasrah di depan pembeli," kata Milene.
 
Yang lebih mengejutkan, harga gadis yang dijual tersebut tidak lebih dari kisaran Rp 3 hingga Rp 5 juta, tergantung penawaran pria yang akan membelinya. Nantinya uang tersebut digunakan sebagai mahar bagi si pria untuk bisa menikahi gadis pilihannya.
 
"Apabila perempuan sudah tidak lagi perawan sebelum menikah, mereka akan dipanggil pelacur dan wanita jalang," kata Vera, salah seorang gadis yang ikut dalam perayaan itu. "Gadis Kalaidzhi harus perawan saat menikah. Ini sangat penting, karena mendatangkan banyak uang yang diberikan atas status keperawanannya,” kata Pepa, saudaranya. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,