PPATK Temukan Aliran Dana Ratusan Miliar dari Freddy

PPATK Temukan Aliran Dana Ratusan Miliar dari Freddy

Ketua Pusat Pemeriksaan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf. (foto - ist)

Jakarta - Jaksa Sgung HM Prasetyo akan dilaporkan ke Komnas HAM, terkait tidak sahnya pelaksanaan eksekusi mati tahap III terhadap terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, Seck Osmane dan Humprey Ejike Jefferson.
 
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana ratusan miliar rupiah dari gembong narkoba, yang diduga memiliki hubungan dengan Freddy Budiman yang sudah dieksekusi mati. Sebagai pelapor adalah kuasa hukum dari terpidana mati Suud Rusli, Boyamin Saiman sebagai pemohon uji materi Undang-Undang Grasi di Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Pasalnya, MK telah membatalkan ketentuan pengajuan grasi maksimal setahun sejak putusan terpidana berkekuatan hukum tetap (inkracht). "Tiga terpidana mati Fredy Budiman, Seck Osmane dan Humprey Ejike tengah mengajukan pengampunan kepada Presiden berdasarkan UU No. 5 Tahun 2010 atas perubahan UU No 22 Tahun 2002 tentang Grasi," kata Boyamin, Kamis (11/8/2016).
 
"Nanti kami ke Komnas HAM melaporkan Jaksa Agung, yang memerintahkan eksekusi dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) dan Jaksa Eksekutor sebagai eksekutor," tegasnya. Menurut  Boyamin, pada Pasal 3 dan 13 Undang-Undang Grasi dijelaskan seorang terpidana mati yang sedang mengajukan Grasi tidak dapat dieksekusi. Apalagi kata Boyamin MK sudah mengabulkan gugatan, terkait ketentuan pengajuan Grasi. "Oleh karena itu, eksekusi tidak sah dan dapat dikategorikan sebagai tindakan penghilangan nyawa atau pembunuhan," tukasnya.
 
Sebelumnya dilaporkan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana ratusan miliar rupiah dari gembong narkoba, yang diduga memiliki hubungan dengan Freddy Budiman yang sudah dieksekusi mati. "Datanya sudah saya serahkan ke BNN berikut analisisnya, cukup tebal," kata Kepala PPATK, Muhammad Yusuf di sela-sela Pertemuan Internasional Menanggulangi Pendanaan Terorisme (CTF) di Nusa Dua, Kabupaten Badung Bali.
 
Aliran dana ratusan miliar tersebut diberikan kepada seseorang yang tidak diungkapkan oleh Yusuf. "Saya tidak bisa berbicara detail karena ditangani Mabes Polri dan BNN," katanya, seseorang itu bukan oknum BNN. Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan kepada aparat untuk mengusut tuntas temuan tersebut.
 
Terkait hubungan dengan almarhum Freddy, ia menyatakan, "Bisa saja dari kelompok itu (Freddy Budiman). Kami tidak tahu. Secara faktual tidak begitu, tetapi mungkin saja ada kaitan," katanya. Dugaan adanya aliran dana dari Freddy Budiman mengemuka ke publik, setelah ada testimoni Koordinator Kontras Haris Azhar. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,