Angklung SMAN 3 Bandung Curi Perhatian Warga Eropa

Angklung SMAN 3 Bandung Curi Perhatian Warga Eropa

Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA 3) tampil memukau di beberapa negara di kawasan Eropa. (foto - dok SMA3 Bandung)

Bandung - Tampil memukau di KBRI Paris Perancis, Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 (KPA 3) Bandung Jawa Barat yang tergabung dalam Tim Muhibah Angklung, berhasil mencuri perhatian masyarakat di beberapa negara Eropa.
 
Permainan angklung menawan disambut meriah sedikitnya oleh 250 undangan, yang memadati Ruang Balai Budaya KBRI Paris Perancis. Pergelaran tim yang terdiri atas 40 siswa dan alumni tersebut, berlangsung dalam rangkaian konser angklung dan workshop di beberapa negara di kawasan Eropa.
 
Gelaran yang berlangsung selama 90 menit itu menampilkan konser angklung yang mengiringi lagu-lagu Indonesia dan lagu internasional, serta diselingi oleh  tarian tradisional. Antara lain tari Kecak dari Bali dan tari Tor-tor dari Batak.
 
Kunjungan  (KPA 3) SMA Negeri 3 Bandung ke Perancis tersebut, tidak lepas dari upaya mempromosikan angklung yang merupakan alat musik tradisional Indonesia yang diakui UNESCO pada 16 November 2010 lalu. UNESCO mengakui, angklung sebagai salah satu warisan budaya non-materi dunia (intangible cultural heritage) asal Indonesia.
 
"Upaya dan keberhasilan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melestarikan angklung, sekaligus terus mempromosikannya baik untuk di dalam maupun luar negeri," ungkap Minister Counsellor KBRI Paris Henry R W Kaitjilym di London seperti dilansir Antara, Jumat (12/8/2016).
 
Lawatan ke Eropa sendiri dilatarbelakangi oleh kisah perjalanan tim angklung Expand The Sound of Angklung (ESA), Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA 3) ke enam negara Eropa tahun 2004. Meski tidak memiliki uang yang cukup dan diterpa berbagai masalah, tim ESA 2004 dapat bertahan di Eropa selama 40 hari dan berhasil membawa pulang beberapa penghargaan di dua festival bergengsi, di Republic Cheska dan Polandia.
 
Perjalanan mereka pun diabadikan dalam buku yang berjudul 40 Days in Europe, yang ditulis Maulana M. Syuhada. Buku tersebut menginspirasi banyak orang dan diangkat ke layar lebar.
 
Untuk menghidupkan kembali kisah dan semangat perjuangan tim ESA 2004, siswa-siswi SMA Negeri 3 Bandung dan beberapa alumni membentuk tim Muhibah Angklung. Lawatan berlangsung selama 30 hari dari tanggal 28 Juli hingga 28 Agustus mendatang ke lima negara Eropa yang merupakan napak tilas dari perjalanan tim ESA 2004 dua belas tahun yang lalu.
 
Tim mengikuti tiga festival tingkat dunia di Aberdeen, Skotlandia, Cerveny Kostelec di Republik Cheska dan Zakopane di Polandia, serta mengadakan konser di beberapa kota Eropa termasuk di Paris Perancis.
 
Menurut Ketua rombongan Tim Muhibah angklung 40 Days in Europe, Maulana M. Syuhada, setelah dari Paris tim melanjutkan perjalanan ke Vert'le Petit Perancis untuk tinggal bersama warga setempat, dan mengadakan konser untuk warga serta workshop angklung bagi anak-anak di sana. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,