Empat Penyidik Polda Metro Diperiksa Terkait Testimoni

Empat Penyidik Polda Metro Diperiksa Terkait Testimoni

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman Panjaitan.(foto - ist)

Jakarta - Empat penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang pernah menangani perkara Freddy Budiman, diperiksa Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) Polri. 
 
"Benar kami kedatangan Tim Investigasi Polri‎ soal Freedy Budiman. Apapun data yang diminta tim baik berkas atau lainnya kami siapkan, kami beri kopinya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman di Jakarta, Sabtu (13/8/2016).
 
Ia menyebutkan, keempat penyidik juga ditanyai perihal dugaan keterlibatan dua mantan anggota Polda Metro Jaya Aipda Sugito dan Bripka Bahri Afrianto, dalam kasus jual beli narkotika jenis sabu seberat 200 gram, milik terpidana mati Freddy Budiman pada 2012.
 
"Saya jelaskan mereka sudah diberhentikan dan divonis hukuman. Bahkan satu di antaranya ada yang sudah meninggal," kata John Turman. Sebelumnya, dua anggota polisi Bripka Bahri dan Aipda Sugito di bawah jajaran Polda Metro Jaya dipecat, setelah diketahui terlibat dalam kasus lama yang melibatkan Freddy Budiman.
 
"Terkait dengan kasus Bripka Bahri dan Aipda Sugito, mantan anggota Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, itu kasus lama, pengembangan dari kasus Fredy Budiman. Mereka ditangkap oleh Ditresnarkoba, bisa kita ungkap jual beli sabu 200 gram‎," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.
 
Menurut Awi, sabu-sabu tersebut merupakan barang bukti yang diungkap atas kasus narkoba yang setelah diselidiki berujung kepada Freddy Budiman. Namun, kedua polisi tersebut malah menjualnya kembali.  "Sekarang keduanya sudah dipecat," katanya.
 
Menurutnya, kasus ini sudah terjadi sejak 2012 seusai kedua tersangka diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Tersangka Bripka Sugito dihukum 9,5 tahun penjara, sedangkan Aipda Bahri dihukum 9 tahun 3 bulan penjara. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,