Vaksin Palsu, YLBHI Desak Itikad RS Harapan Bunda

Vaksin Palsu, YLBHI Desak Itikad RS Harapan Bunda

Soal Vaksin Palsu, YLBHI Pertanyakan Itikad RS Harapan Bunda

Jakarta - Ketua Posko Pengaduan Yayasan Bantuan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI), Wahyu Nandang Herawan, mempertanyakan sikap dan tanggung jawab Rumah Sakit Harapan Bunda Kramatjati Jakarta Timur. Sebab, sudah ada 44 pasien yang terindikasi vaksin palsu berasal dari rumah sakit itu.
 
Menurut Wahyu, sampai saat ini pihak rumah sakit Harapan Bunda tidak ada itikad baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan hanya untuk menanggung biaya medical check up pasien korban.
 
"Kami amat menyangkan sikap tertutupnya pihak Rumah Sakit Harapan Bunda, dalam pertemuan formal dengan para keluarga korban baik diinisiasi oleh Ombudsman, KPAI maupun Komnas Anak," katanya di kantor YLBHI Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
 
Tak hanya itu, resume rekam medis para korban vaksin palsu tidak ada kordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) dan Rumah Sakit Harapan Bunda. Oleh karenanya, pihak Rumah Sakit Harapan Bunda mengaku dilarang oleh Satgas untuk mengeluarkan resume medis.
 
Padahal, di dalam pasa 52 Undang-undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan Pasal 10 ayat 2 huruf c Permenkes No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang rekam medis, rekam medis bisa diminta oleh pasien atau kuasanya.
 
"Mereka memberikan resume medis kepada beberapa pasien, yang pemberitahuannya melalui pesan singkat (SMS) kepada keluarga korban seperti "petak umpat," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,