Imam Masjid Queens Ditembak Dampak Kampanye Trump

Imam Masjid Queens Ditembak Dampak Kampanye Trump

Imam Besar New York Amerika Serikat (AS) Shamsi Ali di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha Bandung, Minggu (14/8/2016). (foto - ist)

Bandung - Imam Besar New York Amerika Serikat (AS) Shamsi Ali yang tengah berada di Bandung, mengutuk kematian secara brutal Imam Maulama Akonjee dan jemaahnya Thara Uddin. Keduanya meninggal saat berjalan di trotoar Queens New York AS, setelah melaksanakan salat di Masjid Queens, Sabtu sekitar pukul 13.55 waktu setempat.

Shamsi Ali juga mengucapkan belasungkawa terutama kepada keluarga serta komunitas muslim, yang ada di Amerika Serikat. Menurut warga Indonesia itu, aksi penembakan tersebut sebagai buntut dari retorika politik, yang dilancarkan salah seorang calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.

"Itu bagian akibat retorika politik kebencian yang dijatuhkan Trump. Itu pun bukan pertamakali terjadi. Sudah beberapa kali, ada orang Islam ditembak gara-gara Trump. Ini pelajaran penting bagi politikus Amerika untuk mengurangi retorika politik anti-Islam, karena bagaimanapun ini menyebabkan kemarahan," katanya di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha Bandung, Minggu (14/8/2016).

Ia pun meminta agar para politisi Amerika Serikat mengurangi politik anti-Islam. Selain itu pemerintah AS harus memberikan jaminan keselamatan untuk kaum muslim. Pidato politik  anti-Islam yang menyebabkan orang AS marah, dan diminya politik di AS menghentikan retorika anti-Islam. Saya kira AS sadar kalau mereka menjadi contoh dunia dalam kebebasan beragama, sehingga retorika politik yang merusak citra mereka harus dikurangi," katanya.

"Untuk kasus ini hukum harus ditegakkan, pelaku harus ditangkap dan keadilan ditegakkan. Tentunya AS harus segera memberikan perlindungan kepada warga muslim yang ada di Amerika Serikat," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,