Jamin Stok Pangan Bulog agar Jadi Tengkulak Pemerintah

Jamin Stok Pangan Bulog agar Jadi Tengkulak Pemerintah

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. (foto - Dudung)

Jakarta - Seluruh hasil pertanian dan peternakan lokal akan menjadi prioritas, dalam upaya memenuhi kebutuhan dan kelangsungan ketersediaan pangan di dalam negeri. Demikian diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (15/8/2016) sore.
 
Mendag mengatakan, untuk tujuan itu pula ia diperintahkan Presiden Jokowi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama untuk petani dan peternak yang berhubungan langsung dengan pangan di Indonesia. "Kami berdua sepakat bahwa seluruh produksi, hasil yang dihasilkan petani dan petrnak berapapun jumlahnya, itu akan diserap oleh pemerintah melalui Bulog," katanya.
 
Enggar menyatakan, pihaknya akan segera melakukan intervensi pasar, mengambil dan membeli untuk beberapa komoditi utama, yakni dengan menugaskan ke Bulog. Bulog tak boleh ada alasan tidak ada uang, karena selama ini petani takut berhubungan dengan bank dan Bulog jadi tengkulak pemerintah.
 
"Petani selama ini takut pinjam uang ke bank karena harus ada jaminan, tanahnya diukur, rumahnya difoto, sehingga pemerintah melalui Bulog untuk membeli hasil pertanian langsung ke petani. Bulog sebagai tengkulaknya. Berapa pun yang dibutuhkan kita siapkan dananya dari cashflow, akan mencukupi dan tidak terlalu banyak," tegas Enggar.
 
Lanjut Enggar, dengan demkian akan  ada jaminan bahwa  seluruh produksi petani akan terserap. Dengan demikian, pihaknya tidak khawatir akan ketersediaan stok, karena para petani dan peternak akan terjamin. "Sementara pada masa panen berikutnya, petani akan dengan semangat menanam padi dan produksi kita akan meningkat," tegasnya.
 
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Arif Sulaeman mengatakan, Kementan berhasil menurunkan harga daging mencapai Rp 80.000/kg. "Jakarta harga daging bisa Rp 70. 000/kg hingga  Rp 80.000/kg. Untuk itu kita akan impor," tuntas Andi Rahman. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,