Buntut Bentrok Berdarah Medan DPRD Minta Danlanud Dicopot

Buntut Bentrok Berdarah Medan DPRD Minta Danlanud Dicopot

Bentrokan berdarah antara warga dan TNI AU di Kota Medan Sumatera Utara. (foto - ist)

Medan - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) angkat bicara, menanggapi bentrokan berdarah antara warga dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang menyebabkan lima warga dan dua wartawan terluka.

Menurut anggota DPRD Sumut dari PDIP, Sutrisno Pangaribuan bentrokan itu merupakan tanggung jawab penuh Kolonel (Pnb) Arifien Sjahrir sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Soewondo.

"Atas peristiwa itu, Danlanud Soewondo harus segera dicopot sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa berdarah, yang mengakibatkan lima warga dan dua wartawan terluka parah," katanya di Gedung DPRD Sumut, Kota Medan, Selasa (16/8/2016).

Sutrisno menyatakan, tindakan sejumlah TNI AU yang menganiaya warga dan wartawan sangat mencoreng wajah pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo. "Seluruh tindakan TNI AU sepanjang hari ini menegaskan bahwa TNI masih merindukan dan mendambakan orde baru," katanya.

Disebutkan, Kepala Staf Angkatan Udara sebaiknya segera turun ke Medan untuk memantau sisa-sisa pengrusakan yang terjadi kemarin. "Polisi Militer diminta untuk segera memeriksa seluruh pasukan TNI AU yang melakukan kekerasan terhadap rakyat. Dan yang paling penting Danlanud Soewondo Medan harus segera dicopot sebagai bentuk tanggung jawab tindakan oknum TNI AU," tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, lima warga dan dua wartawan asal Kota Medan yakni Array Argus, dan seorang jurnalis MNC TV Andri Safrin menjadi korban kebrutalan personel TNI AU.

Kejadian tersebut bermula saat warga Kelurahan Sari Rejo demo sebagai imbas TNI AU, yang mempersoalkan tanah yang mereka tempati. Kemudian terjadi bentrokkan warga dengan TNI AU, yang berimbas pada pemukulan dua wartawan yang sedang meliput peristiwa itu. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,