Dituduh Memata-matai, Iran Tangkap Warga Negara Ganda

Dituduh Memata-matai, Iran Tangkap Warga Negara Ganda

Seorang warga di Iran yang memiliki dua kewarganegaraan. (foto - ilustrasi)

Teheran - Munculnya permasalahan mengenai berkewarganegaraan ganda (dual citizenship) tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Iran. Belakangan seorang warga negara Iran ditangkap pasukan Garda Revolusi di Teheran, lantaran diketahui memiliki kewarganegaraan ganda yang terkait dengan dinas intelijen Inggris (MI-6).
 
Dilaporkan situs Reuters, Selasa (16/8/2016) hal itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian penangkapan warga negara ganda selama beberapa tahun lalu terakhir. Sebelumnya, pasukan Garda Revolusi Iran juga telah menangkap sedikitnya enam dual citizenship dan ekspatriat, setelah mereka kembali untuk mengunjungi Iran tahun lalu.
 
Penangkapan tersebut diakui merupakan yang tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. "Terdakwa bekerja di sektor ekonomi, yang berkaitan dengan pemerintah Iran," kata Jaksa Penuntut Umum Teheran, Abbas Jafari Dolatabadi.
 
Namun demikian, ia tidak mengidentifikasi terdakwa maupun asal negara keduanya. Selain itu, Dolatabadi menyatakan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari tindakan keras terhadap apa yang digambarkan sebagai "infiltrasi Barat".
 
Pemerintah Iran telah mengonfirmasi sebagian besar penahanan, tanpa memberikan perincian biaya apa pun. Perdana Menteri Inggris Theresa May lewat sambungan telepon kepada Presiden Iran Hassan Rouhani menyuarakan keprihatinannya, atas penahanan warga negara ganda Inggris dan Iran.
 
Seperti diketahui, selama ini Iran merupakan negara yang tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyusupan "orang asing" serta menyortir perwakilan kedutaan besar negara asing, khususnya dari Barat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,