Dana Menipis, Pembangunan BIJB Terancam Mangkrak

Dana Menipis, Pembangunan BIJB Terancam Mangkrak

Pembangunan Bandara Internaional Jawa Barat (BIJB) yang baru mencapai 10 persen. (foto - ist)

Bandung - Anggaran pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) diakui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah imenipis pada September mendatang.
 
Dengan begitu, Pemprov Jabar akan mengajukan penambahan anggaran pada perubahan APBD tahun ini, sebagai antisipasi jika proyek yang mencapai Rp 2,1 triliun itu mangkrak.
 
Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 500 miliar untuk BIJB, yang diperkirakan habis September ini. Sementara pengambilalihan pembangunan dan pengelolaan BIJB yang sudah dideklarasikan oleh pemerintah pusat beberapa bulan lalu, belum dikukuhkan dalam sebuah kesepakatan resmi sehingga belum ada kepastian.
 
"Pengambilalihan BIJB belum ada hitam di atas putih, tapi pembangunan jalan terus atas arahan BPKP agar tidak terjadi keterlambatan," kata Heryawan, Selasa (16/8/2016).
 
Meski anggaran BIJB akan ditambah lewat perubahan APBD, diharapkan pemerintah pusat tetap ikut andil dalam masalah pembiayaan, baik APBN atau swasta. Dengan pemerintah pusat kami sudah komunikasikan secara intensif karena proyek ini penting," katanya.
 
Disebutkan, pemerintah pusat bisa mengucurkan tambahan dana dengan dua cara. Yakni, APBN bisa dikucurkan lewat Kemenhub, atau dengan menyuntik dananya ke BUMN. Misalnya ke Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan BIJB.
 
Ia mengatakan, jika dana-dana itu tidak diupayakan, pembangunan BIJB yang baru mencapai 10 persen itu bisa mangkrak, dan akan sangat disayangkan jika hal itu terjadi. "Saya yakin pemerintah pun sedang mencari lagi dana, misalnya lewat tax amnesty," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,