Jessica Kabur ke Indonesia Hindari Masalah di Australia?

Jessica Kabur ke Indonesia Hindari Masalah di Australia?

Sidang Jessica Kumala Wongso hadirkan saksi psikiatri forensik RSCM dr. Natalia Widiasih Raharjanti di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016). (foto - ist)

Jakarta - Saksi Psikiatri Forensik RSCN dr. Natalia Widiasih Raharjanti dihadirkan dalam sidang meninggalnya Wayan Mirna Salihin, dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Natalia turut memeriksa kejiwaan Jessica, ketika kasus tersebut tengah diselidiki kepolisian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, Jessica ternyata ke Indonesia bukan untuk berlibur seperti pengakuannya saat diperiksa. Ia ke Indonesia karena coba untuk  kabur dari sejumlah permasalahan di Australia. "Ia  alasan ke Indonesia untuk liburan. Namun fakta yang didapa, ia marah sama situasi saat itu, karena banyak persoalan di Australia saat itu," kata Natalia dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016).

Menurut Natalia, salah satu masalahnya karena tak boleh pada Patrick yang tak lain adalah mantan pacarnya. Larangan itu karena Jessica sempat berkali-kali mengancam ingin bunuh diri, saat Patrick buat masalah. Hal itu membuat Patrick tak nyaman hingga melaporkannya ke kepolisian Australia. Hasilnya, Jessica tak boleh mendekati Patrick lagi.

"Atas kejadian itu, ia pun mengonsumsi alkohol banyak sampai membuat kegaduhan. Salah satunya sampai menabrak rumah jompo hingga berujung melakukan persidangan. Jadi dia mau kabur dari situasi yang rumit dan bermasalah di Australia," bebernya.

Disebutkan, ribut Jessica dan Patrick terjadi sekitar November 2015 lalu. Didera masalah itu, Jessica tak mendapat dukungan dari orang terdekat termasuk keluarga. "Banyak permasalahan yang dialaminya, utamanya soal pacar, jarak waktu untuk melukai dirinya sangat pendek, mulai dari di tangan, kemudian sampai pada yang berisiko, minum alkohol, menabrak, yang bisa menyebabkan orang terluka," kata Natalia, yang mengaku mendapatkan keterangan dari rekan Jessica di Australia bernama Kristi.

Natalia sempat ditanya jaksa kenapa Jessica tak mau menceritakan fakta yang sebenarnya. Menurutnya, ada alasan kenapa seseorang tak mau menceritakan fakta di satu kejadian. "Salah satunya perlu ditanya apa yang buat dia enggak mau berikan informasi itu, kalau di luar itu kita enggak bisa bilang bohong, karena adjustment dia bagus. Ia paham info mana yang boleh diberikan dan tidak, dan itu dilakukan secara sadar," tegasnya.

Ketika dicecar apakah Jessica sengaja menahan informasi yang bisa merugikan dirinya? Dengan tegas Natalia menjawab tidak ingin berandai-andai. "Kami belum dapat menilai seperti itu," ungkapnya.

Sementara hasil pemeriksaan pihak di Australia menyatakan, Jessica tidak memenuhi misal kategori depresi. Hanya saja Jessica memang dalam tekanan, harus butuh seseorang dekat dengan dia. "Butuh orang untuk meregulasi emosinya. Kalau tak ada, ia menggunakan alkohol yang memberikan risiko lebih besar. Potensi emosi besar apalagi kalau tidak ada dukungan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,