Saksi Ahli, Sianida Membuat Mirna Tewas dalam 30 Menit

Saksi Ahli, Sianida Membuat Mirna Tewas dalam 30 Menit

Saksi ahli Toksikologi Forensik I Made Agus Gelgel Wirasuta dan Ahli Hukum Pidana Edward Omar Sharif Hiariej dalam sidang lanjutan Jessica di PN Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016). (foto - ist)

Jakarta - Setelah dilakukan otopsi oleh dokter forensik dari Mabes Polri, Mirna tewas akibat racun sianida. Kopi ebrsiaida yang masuk ke lambung Mirna akan memberikan efek rasa panas dan kerusakan, karena sianida masuk dengan jumlah yang relatif banyak.
 
Demikian keterangan yang diutarakan saksi ahli bidang toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta, saat memberikan keterangan pada sidang lanjutan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).
 
"Berdasarkan data ini, saya mencoba untuk menerjemahkan dan korban terekspose meminum dengan minum bersianida. Efek yang ditimbulkan sesuai kasus seperti sianida ini, memberikan efek iritasi dan terjadi rasa pedas," kata I Made Agus di persidangan.
 
Menurutnnya, kopi bersianida yang masuk ke lambung Mirna akan memberikan efek rasa panas dan kerusakan, karena sianida masuk dengan jumlah yang relatif banyak. "‎Ini menjadi bukti, apa yang diungkap dari lambung korban menyebabkan korosit dari efek apa yang ditimbulkan," tegas I Made Agus.
 
Ia menjelaskan, sianida mampu mengikat kuat oksigen yang ada di tubuh manusia. Sehingga akan  memberikan efek kekurangan oksigen dan pusing karena mengalami kelebihan dosis dari racun sianida. "Korban akan kejang-kejang, di mana napas menjadi terengah-engah karena tubuh kekurangan oksigen," jelasnya. "Korban meninggal karena kekurangan oksigen dalam jumlah besar. Fakta ini sudah cukup menjelaskan reaksi bagaimana itu sianida".
 
Berdasarkan data dan barang bukti, diketahui kadar racun sianida tinggi terdapat di lambung Mirna. "Dalam BAP korban merasakan pusing dan kejang-kejang, dan kira-kira sekira 30 menit korban kehilangan nyawanya," katanya. 
 
Pada bagian lain, I Made Agus Gelgel Wirasuta mengemukakan, diduga ada empat orang diduga sebagai penabur sianida ke es kopi Vietnam, yang menewaskan Wayan Mirna Salihin (27) Januari 2016 lalu. "Empat kemungkinannya. Orang yang campur atau menyiapkan bahan, peracik, penyaji dan pemesan es kopi itu sendiri," katanya.
 
Empat orang dimaksud tersebut berdasarkan hasil dari rekonstruksi dan analisis kasus kematian Mirna. Menurutnya, pemeriksaan bahkan telah dilakukan berdasarkan keterangan yang didapat dari Barit Acara Kepolisian (BAP). "Hal itu didapat dari rekonstruksi es kopi yang dilihat para panelis (pegawai Cafe Oliver)," ungkapnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,