Aheda Zanetti Serukan Burkini Tak Terkait Simbol Muslim

Aheda Zanetti Serukan Burkini Tak Terkait Simbol Muslim

Aheda Zanetti serukan burkini tidak terkait dengan simbol Muslim. (foto - ilustrasi)

Paris - Polemik berkepanjangan muncul, setelah adanya larangan menggunakan pakaian renang burkini di sejumlah pantai di Perancis. Aturan yang baru diberlakukan setelah terjadinya serangan teroris di kawasan pantai Nice Juli 2016 lalu itu, telah membuat warga Perancis terpecah-belah. 

Sejumlah warga menilai, aturan larangan mengenakan burkini. Burkini merupakan pakaian yang dirancang pertamakali oleh warga Australia, kelahiran Lebanon Aheda Zanetti pada 2004 lalu. 

Dilaporkan Guardian, Kamis (25/8/2016) Zanetti membuat burkini bukan hanya untuk warga Muslim yang selama ini sering kesulitan mendapatkan baju renang, yang tak mengekpose tubuh seperti pakaian renang konvensional. Burkini diciptakan untuk orang-orang yang kulitnya sensitif dengan sinar matahari, tapi masih tetap ingin menikmati bermain air di laut atau pantai.

Zanetti mengakui, penamaan burkini terinspirasi dari nama burqa dan bikini. Namun pakaian renang ciptaannya itu sebenarnya sama sekali tak terkait dengan burqa, yang penggunaannya telah dilarang di Perancis sejak awal tahun 2000-an. 

Ia bersama keluarganya datang ke Australia sebagai pencari suaka tahun 1970-an itu menegaskan, pemerintah Perancis telah salah paham dengan burkini, hingga pakaian renang ini dilarang digunakan di Prancis sejak awal Agustus 2016 lalu. Bahkan, jika ada orang yang menggunakan burkini, maka mereka harus membayar denda.

Menurutnya, ia membuat burkini untuk mendorong anak-anak belajar berenang. Jadi, baju renang rancangannya yang mengglobal itu, tak terkait dengan simbol Muslim. "Burkini itu hanya sebuah kata yang menggambarkan pakaian renang yang tertutup, dan ini tak terkait dengan simbol Islam," katanya.

Seperti diketahui, Perancis sejak awal tahun 2000 melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di tempat umum. Misalnya penggunaan kalung salib, topi yahudi, burqa dan niqab. Hal itu dilakukan pemerintah Perancis, untuk menegaskan prinsipnya menjunjung tinggi sekularisme.

Sejak aturan larangan burkini di pantai Perancis diberlakukan, polisi pun dikerahkan untuk memantau orang-orang yang kemungkinan melanggar aturan baru itu. Hasilnya, sejak diterapkan sejumlah warga telah didenda dan diminta segera meninggalkan pantai, jika tetap berkukuh mengenakan burkini.

Presiden Perancis Francois Hollande membela kebijakan baru itu dengan mengatakan, larangan burkini dilakukan karena Perancis merupakan negara sekular, sehingga semua warga harus menghargai nilai-nilai Perancis.

Sejumlah warga Perancis yang pro dengan kebijakan itu mengungkapkan, warga negara Barat yang bekerja di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah lainnya, selama ini juga mematuhi aturan warga setempat. Mereka tak akan menggunakan bikini dan tak akan mengkonsumsi alkohol di tempat umum. Oleh karena itu, semua warga di Perancis juga harus menghormati nilai-nilai Perancis. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait