Kencani Murid Sendiri Akhirnya Duduk di Kursi Pesakitan

Kencani Murid Sendiri Akhirnya Duduk di Kursi Pesakitan

Sara Domres

Wisconsin - Seorang guru di New Berlin West High School Waukesha County di negara bagian Wisconsin Amerika Serikat, Sara Domres (28) kepergok tengah mengencani siswanya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Peristiwa tersebut terjadi pada kurun 2014 hingga 2015, ketika ia menjadi guru Bahasa Inggris di sekolahnya.
 
Diketahui, Sara Domres yang sudah bersuami ternyata sampai ratusan kali mengirim pesan singkat ke murid pemuas nafsunya. Isinya tentu saja "ngeri-ngeri pahnas". "Baby Boo, I love you now & forever! Please be mine forever & ever. Always, your baby girl. P.S. Good luck on your quiz," tulis Sara dalam salah satu pesannya ke murid yang biasa berkencan dengannya.
 
Sebagaimana dilansir nydailynews, belum lama ini, secara keseluruhan selama periode 14 Mei 2015 hingga 6 Januari 2016, Sara mengirimkan sebanyak 619 pesan ke siswa kesayangannya itu. Sedangkan sang siswa yang ditempatkan sebagai korban, mengirim 555 pesan ke Sara.
 
Dalam pemeriksaan polisi, sang murid pun mengaku pernah berhubungan badan dengan Sara antara 10-15 kali. Termasuk berkencan di sebuah motel saat suami Sara menggelar pesta bujang pada Oktober 2015.
 
Penyelidik memperoleh bukti tentang kencan antara Sara dan siswanya tersebut, berdasarkan telepon seluler yang tersambung dengan Wi-Fi hotel. Sara yang membayar biaya kamarnya. Selain itu, guru dan murid itu juga nekat berkencan di parkiran mobil pada Juli 2015.
 
Sara rampaknya memang lihai menebar rayuan. Dari pengakuan sang murid, ternyata ia dikirimi foto-foto Sara saat berbulan madu. Sepak terjang Sara pun bukannya tak diketahui suaminya. Sebab, suaminya pernah memergokinya ketika ia berkencan dengan muridnya di parkiran sebuah restoran.
 
Polisi mengetahui adanya hubungan terlarang itu pada Januari lalu, setelah mendapat informasi dari sesama murid. Saat hubungan terlarang itu terendus, Sara dan muridnya bertukar pesan melalui catatan tangan. Dalam tulisan tangan, Sara merasa was-was ia bakal ketahuan. 
 
Ternyata kecemasannya memang terbukti. Pihak sekolah juga melakukan investigasi secara internal. Hasilnya Sara langsung dipecat pada Januari 2016. Berdasarkan penyelidikan polisi, di handphone Sara ada jejak pencarian berupa pertanyaan tentang hukuman penjara bagi guru yang tidur dengan murid. 
 
Pada akhirnya, Sara Domres mulai duduk di kursi terdakwa pada April lalu. Dalam persidangan awal Agustus lalu, Sara sudah mengaku bersalah, sebagaimana dakwaan jaksa penuntut. Persidangan putusan akan dibacakan pada 30 September mendatang. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait