Anggota DPRD Banten Keluhkan Ruang Paripurna Bocor

Anggota DPRD Banten Keluhkan Ruang Paripurna Bocor

Anggota DPRD Banten Keluhkan Ruang Paripurna Bocor

Serang - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Banten mengeluhkan kerusakan gedung dewan setempat yang hingga menyebabkan beberapa bagian atap gedung wakil rakyat tersebut bocor saat hujan deras.

"Untungnya tadi paripurna sudah beres saat hujan turun. Kalau paripurna belum beres bisa bubar, karena atapnya bocor," kata Wakil Ketua Fraksi PKS Najib Hamas usai paripurna di DPRD Banten, di Serang, Senin (10/11/2014).

Pihaknya mengaku prihatin atas kerusakan sejumlah titik di gedung DPRD Banten, karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Oleh sebab itu, ia minta Sekretaris DPRD Banten segera berkordinasi dengan SKPD terkait untuk perbaikan gedung dewan itu.

Keluhan serupa juga disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD Banten Hasan Maksudi, bahwa akibat bagian atap gedung dewan bocor mengakibatkan genangan air di beberapa bagian.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Banten Iman Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan laporan terkait kerusakan sejumlah titik di gedung wakil rakyat tersebut kepada Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman. Sehingga pada anggaran 2014 sudah dianggarkan untuk perbaikan sekitar Rp 3,2 miliar.

"Kami menerima laporan dari DSDAP bahwa ruang paripurna sudah diperbaiki. Hanya memang belum semuanya, tapi heran mengapa atap gedung DPRD masih saja bocor," Kata Iman.

Iman mengaku sudah menghubungi Kepala DSDAP Banten Iing Suwargi untuk segera menangani masalah tersebut. Sebab pihaknya juga banyak menerima keluhan terkait bocornya ruang paripurna tersebut.

"Kami sudah hubungi Pak Iing. Kami minta segera dibenahi lagi karena waktu perbaikan belum selesai," kata Iman.

Kabag Umum dan Perlengkapan Setwan DPRD Banten Gunawan mengatakan, tim PPTK DSDAP yang menangani proyek perbaikan gedung tersebut menyatakan kepadanya bahwa proses perbaikan atap di ruang rapat paripurna sudah selesai sejak akhir pekan kemarin.

"Orang DSDAP bilang perbaikan atap paripurna sudah selesai, tapi sebelumnya kita tidak bisa melihat hasilnya seperti apa. Kebetulan hari ini ada hujan, dan bisa dibuktikan hasilnya ternyata masih bocor. Berarti ini belum selesai," kata Gunawan.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Banten Tuti Elfita juga mengaku prihatin melihat kebocoran gedung DPRD yang tak kunjung selesai. Sebab, menurut dia, kebocoran di ruang paripurna semakin parah, padahal sudah diperbaiki.

"Kalau dulu bocornya cuma netes. Sekarang bukan netes lagi, tapi tumpah seperti air terjun," kata anggota Komisi III DPRD Banten ini.

Pihaknya meminta kontraktor pemenang tender dan DSDAP serius memperbaiki gedung DPRD. Sebab, alokasi untuk perbaikan tersebut menggunakan uang rakyat (APBD) yang cukup besar. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,