Aktivitas Jemaah Terhenyak Mekah Dilanda Badai Debu

Aktivitas Jemaah Terhenyak Mekah Dilanda Badai Debu

Kota Mekah sempat dilanda angin kecang yang disertai debu tebal, Sabtu (27/8/2016) sore waktu setempat. (foto - ist)

Mekah - Kota Mekah tiba-tiba dilanda angin kencang disertai debu tebal beterbangan ke udara yang diikuti sampah plastik, Sabtu (27/8/2016) sore waktu setempat. Jalanan yang semula penuh oleh para jemaah haji mendadak menjadi lengang. Hanya beberapa mobil yang tampak berlalu lalang, menembus sebaran debu yang cukup tebal.

Beberapa orang tampak berlarian menuju mobil atau gedung-gedung terdekat, untuk berlindung dari terjangan angin kencang yang berdebu. Dalam kejadian tersebut, Masjidil Haram pun tak luput dari terjangan badai debu.

Menurut anggota Sektorsus Masjidil Haram, Kompol Risben, angin kencang berdebu memang tengah melanda Kota Mekah pada sore ini. "Badai debu dan angin kencang," katanya.

Sementara itu, di wilayah Syisyah misalnya, jalanan tampak lebih lengang dari biasanya. Tampak sampah-sampah plastik dan kertas bercampur dengan debu beterbangan ke mana-mana, namun sejauh ini jarak pandang masih normal.

Sejumlah jemaah haji termasuk dari Indonesia khususnya yang tinggal di Hotel Alluk Luah sektor 501 Syisyah, terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi ke Masjidil Haram. "Petugas meminta jemaah untuk kembali ke lobi hotel menunggu sampai angin kencang reda," katanya.

Namun demikian, badai debu yang cukup menyiksa mata dan hidung tersebut diikuti adanya gerimis kecil yang turun tidak merata. Langit di wilayah Syisyah dan Raudhoh tampak gelap. Tak lama setelah badai debu, gerimis pun mulai turun.

Kaca mobil media center haji (MCH) yang melaju tampak sedikit basah. Sang sopir, Syamsul, pun menyalakan wiper beberapa kali, untuk menjernihkan jarak pandang. Aroma tanah tersiram air pun menyengat menusuk hidung. Namun, begitu mobil sampai di wilayah Mahbas Jin, gerimis sudah reda.

Sejauh ini,  aktivitas para jemaah haji di Masjidil Haram hanya tergangguuntuk sementara waktu. Untuk selanjutnya mereka tetap menjalankan aktivitasnya secara normal.

Menurut Kompol Risben, anggota Sektor Khusus Masjidil Haram, badai debu berlangsung hanya sekitar 10 menit dan sekarang aktivitas sudah kembali normal. Selain di Masjidil Haram di wilayah Mahbas Jin pun cuaca mulai bersahabat. Meski angin masih kencang, aktivitas para jemaah mulai keluar dari pemondokan menuju Masjidil Haram kembali menggeliat. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,