Mengharukan Pemakaman Massal Korban Gempa Italia

Mengharukan Pemakaman Massal Korban Gempa Italia

Giulia Rinaldi salah seorang korban gempa Itali yang akan dimakamkan secara massal. (foto - ist)

Amatrice - Suasana haru semakin kentara saat orang-orang saling berpelukan di tengah tetesan air mata, ketika menghadiri pemakaman massal 35 korban tewas gempa yang melanda Italia beberapa hari yang lalu. Keluarga yang ditinggalkan korban menangis di sekitar 35 peti kayu, yang diletakkan di tengah aula gedung olahraga Ascoli Piceno.
 
Dikutip dari Daily Mail, Minggu (28/8/2016) dua di antara deretan peti kayu tersebut terdapat jasad seorang bayi berusia 18 bulan dan seorang bocah 9 tahun, yang merupakan 2 di antara 21 anak-anak yang tewas akibat lindu pada Rabu 24 Agustus 2016.
 
Tampak seorang pria dengan balutan perban di tangan dan kepalanya, duduk di kursi roda sambil menunduk bersedih atas kehilangan orang yang dicintainya. Tak jauh dari tempatnya terlihat seekor anjing cocker spaniel coklat, berbaring di sebelah peti majikannya, yang tidak mau meninggalkan tempat itu.
 
Ketika itu, terlihat peti mati gadis kecil bernama Giulia Rinaldi memasuki ruangan aula olahraga, dibawa oleh beberapa petugas pemadam kebakaran. "Hai gadis kecil," begitulah kata-kata yang tertulis dalam secarik kertas di atas peti mati Guilia, ditulis oleh petugas yang mengeluarkannya dari reruntuhan.
 
"Aku minta maaf karena datang terlambat. Kamu sudah berhenti bernapas, tapi kami ingin kamu tahu bahwa kami melakukan yang terbaik untuk mengeluarkanmu," tulis mereka.
 
Menurut laporan, Giulia menjadi 'pahlawan' penyelamat adiknya, salah satu korban selamat terakhir, Giorgia. Saat ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran, mereka saling berpelukan. Pelukan sang kakak diduga membuat sedikit ruang untuk adiknya bernapas hingga dia bisa selamat.
 
Gadis itu selamat tanpa luka sedikit pun berkat pengorbanan kakaknya Giulia, yang melindungi sang adik dengan tubuhnya saat gempa mengguncang. "Pelukan Giulia memberikan sedikit ruang udara bagi Giorgia untuk bernapas dan selamat," kata salah seorang petugas yang menarik mereka keluar, Massimo Caico.
 
Menurut keterangan Uskup Giovanni D'Ercole, mengingat kembali kejadian itu dalam acara pemakaman masal, kedua adik kakak itu dikeluarkan dari puing reruntuhan bangunan rumahnya 15 jam setelah lindu menghantam. "Yang lebih tua Giulia, tergeletak di atas yang lebih kecil, Giorgia. Giulia tewas, Giorgia selamat. Mereka saling berpelukan," kata Uskup D'Ercole. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,