Ratu Belanda Nilai Keuangan Inklusif Mendesak di Indonesia

Ratu Belanda Nilai Keuangan Inklusif Mendesak di Indonesia

Pertemuan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dengan Ratu Belanda, Queen Maxima selaku utusan khusus PBB. (foto - ist)

Jakarta - Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus segera dikerjakan pemerintahan pemerintah saat  ini, sangat berkaitan dengan kesuksesan financial inclusion.

"E-KTP karena identitas merupakan hal penting kalau kita ingin financial Inclusion (keuangan inklusif) terwujud. Dengan begitu, akan diketahui berapa banyak orang Indonesia yang sudah punya akses keuangan," demikian yang terungkap pada pertemuan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dengan Ratu Belanda, Queen Maxima selaku utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kantor Bappenas.

Pekerjaan rumah yang kedua, membenahi sistem pembayaran karena semakin mudah sistem pembayaran, maka makin banyak masyarakat ingin mengakses perbankan. Selain itu Ratu Belanda berbicara betapa pentingnya Tabungan Pos untuk mendukung keuangan inklusif.

"Dalam diskusi kita juga bicara pentingnya Tabungan Pos. Ini sudah di lakukan studi mendalam oleh Bappenas. Tabungan Pos sangat mendukung keuangan inklusif karena jangkauan kantor pos itu sampai ke desa-desa, dan   tentunya bukan hanya antar kartu pos yang lebih mudah diakses sektor keuangan," katanya.

Untuk melancarkan Tabungan Pos, Bappenas berharap ada kerja sama antara Bank BRI dan bank lainnya. "Uangnya nanti apakah dibeli surat negara atauh untuk penempatan yang lain, dan Tabungan Pos bisa jadi agen banking dari bank-bank komersial. Namun perlu suport dari OJK karena menarik dana masyarakat," tegasnya.

"Kalau mau belajar Tabungan Pos yang sukses, belajar dari Belanda. Di sana ada Bank ING," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,