Warga Venezuela Tuntut Presiden Nicholas Maduro Mundur

Warga Venezuela Tuntut Presiden Nicholas Maduro Mundur

Demonstrasi warga Venezuela tuntut Presiden Nicholas Maduro mundur dari jabatannya. (foto - ist)

Caracas - Ratusan ribu warga venezuela melakukan demonstrasi, menuntut Presiden Nicholas Maduro segera mundur dari jabatannya menyusul krisis yang berkepanjangan, Kamis waktu setempat.

Dilansir New York Times, Jumat (2/9/2016) massa pengunjuk rasa berbaju putih, kuning dan biru sebagai lambang bendera Venezuela, menyebut diri mereka 'ambil alih Caracas' yang dikomandani para oposisi. Mereka mendesak dilaksanakannya referendum pengunduran diri Maduro.

Namun demo tak sekadar melampiaskan frustrasi politik, akibat keruntuhan ekonomi negeri itu. Beberapa pengunjuk rasa datang dari berbagai daerah untuk protes karena krisis makanan di Venezuela. Sebagian lagi berunjuk rasa karena makin banyak pemecatan dan susah mencari kerja.

Salah seorang pengunjuk rasa, Ivonne Mejias menyatakan dalam seminggu ia hanya mendapat uang sebesar 25 dolar AS, untuk 4 kepala dan terpaksa mencari tambahan dengan membuat pinata."Kadang aku ingin bunuh diri. Aku frustrasi tak ada makanan. Suamiku dipecat. Anak-anak minta makan, aku tak bisa memenuhinya," keluh Mejias.

Namun demikian, bukannya menjawab kesulitan rakyat, Maduro justru mengerahkan pendukungnya ke jalan. Ia mengatakan, unjuk rasa yang dipimpin oposisi adalah untuk menggulingkannya bukan mencari solusi untuk memecahkan masalah. "Negara ini dalam kondisi sedang membutuhkan persatuan, namun mereka malah mengintimidasi orang-orang," kata Maduro.

"Mereka mencoba mengkudeta pemerintah yang sah dan ingin memenuhi Venezuela serta Caracas dengan kekerasan dan kematian," lanjutnya. Namun, tuduhan itu ditolak oleh pihak oposisi."Justru kami ingin menunjukkan, Venezuela itu penting dan seharusnya negara ini segera berubah," kata salah satu pemimpin oposisi Jesus Torrealba kepada BBC.

Para pengunjuk rasa merasa mereka sudah muak dengan kebijakan pemimpin dari partai United Socialist Party of Venezuela. "Kami akan melawan kelaparan, kriminal, inflasi dan korupsi. Mereka tak melakukan apapun selama 17 tahun. Sudah waktunya ini berhenti,"tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,