10 Orang Tewas, Kampung Halaman Presiden Filipina Dibom

 10 Orang Tewas, Kampung Halaman Presiden Filipina Dibom

Bom meledak di Davao, kampung halaman Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Jumat malam sekitar pukul 10.20 waktu setempat. (foto - AFP)

Davao - Sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka menyusul bom meledak di Davao, kampung halaman Presiden Filipina Rodrigo Duterte Davao, Jumat malam sekitar pukul 10.20 waktu setempat.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab ledakan. Seorang juru bicara militer Filipina mengatakan, ledakan terjadi di dekat Pasar Malam Roxas di Filipina, yang lokasinya berada di luar hotel mewah Marco Polo. Tercatat ada 30 orang dirawat akibat ledakan.

Ketika terjadi ledakan, Rodrigo diketahui tengah mengunjungi Davao. Menurut putra Rodrigo yang juga menjabat sebagai Walikota Davao Paolo Duterte, sang ayah saat ini dalam kondisi aman dan berada di sebuah kantor polisi pascaledakan.

Seperti dilansir Express, (2/9/2016) saat kejadian, posisi Rodrigo berada jauh dari lokasi ledakan. Ia baru saja menghadiri konferensi pers di Davao. Seperti diketahui, Rodrigo sangat terkenal di Davao. Di kota itu, ia menjabat sebagai walikota selama lebih dari 22 tahun sebelum memenangkan pemilu pada Mei lalu.

Kepopulerannya meningkat setelah ia bersumpah akan memerangi narkoba, yang telah membunuh lebih dari 2.000 orang di Filipina.

Insiden itu terjadi setelah pasukan polisi nasional menggagalkan rencana pembunuhan terhadap Presiden Rodrigo Duterte, di mana ia biasanya pulang ke Kota Davao pada setiap akhir pekan. Polisi sedang menyelidiki penyebab ledakan.

Sementara itu, Inspektur Catherine dela Rey mengatakan dalam sebuah wawancara radio menyebutkan hingga saat ini belum diketahui penyebab ledakan di pasar malam yang sibuk ini. Namun ia mengonfirmasi, sekitar 30 orang yang mengalami luka telah dibawa ke rumah sakit. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,