Gatot pun Simpan Barang Terkait Narkoba di Kantor Parfi

Gatot pun Simpan Barang Terkait Narkoba di Kantor Parfi

Polisi geledah ruang kerja Gatot di kantor Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gedung Usmar Ismail Kuningan Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Satuan Resmob Polda Metro Jaya menggeledah ruang kerja Gatot Brajamusti di kantor Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), di lantai 4 Gedung Usmar Ismail Kuningan Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan tersebut, polisi kembali menemukan barang-barang terkait narkoba, Senin (5/9/2016).

Ruang kerja Gatot Brajamusti tersebut memang menjadi sasaran penggeledahan pihak kepolisian. "Dalam penggeledahan di ruang Gator, terdapat beberapa barang yang kami amankan. Ya, ada kaitan dengan tindak pidana narkotika," kata Kasat Reskrim Polres Mataram NTB, AKP Hariz Binza.

Namun demikian, Hariz Binza tak mau merinci lebih lanjut terkait barang penemuannya tersebut. "Untuk lebih lanjut, biar pimpinan saja yang menyampaikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Parfi, M. Thamrin Lubis yang ikut menemani kepolisian saat menggeledah bekas ruangan Gatot Brajamusti mengatakan, aparat kepolisian mengamankan plastik timah yang diduga dipakai Aa untuk menggunakan sabu.

"Kalau saya lihat itu file surat. Kayak ada sesuatu yang diamankan oleh pihak kepolisian. Ada plastik timah putih diamankan. Hanya itu yang dibawa," katanya.

Seperti diketahui, sebelum menggeledah kantor Parfi, petugas kepolisian lebih dulu menggeledah rumah Gatot di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Penggeledahan dilakukan setelah polisi menangkap Gatot dan istri Dewi, penyanyi Reza Artamevia serta lima orang lainnya YY, RN, DN, BN dan SP.

Dari hasil penggeledahan di rumah Gatot, petugas mengamankan senjata api dan juga lima ratus butir peluru. Selain itu, polisi menemukan satu klip berisi kristal putih, dua tablet warna biru dan tiga pil yang diduga ekstasi.

Kemudian, suntikan insulin baru sebanyak 35 suntikan dan dua buah suntikan insulin bekas pakai. Jarum suntik baru juga ikut ditemukan dengan jumlah 115 batang dan 30 korek gas. Lalu, empat bong lengkap dengan selang alat pengisap, alumunium foil, cairan infus dalam botol sisa pakai dua buah.

Selanjutnya, alat timbang elektrik dua buah, alat bantu seks warna merah berupa fibrator. Lalu cangklong bekas pakai, dan dua tablet pil KB, dua buah suntikan bekas pakai, botol penambah elektrik gas serta terakhir one lock yang gunanya sebagai suntikan cek darah. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,