Dessy dan Julia, Dua Staf Damayanti Divonis 4 Tahun

Dessy dan Julia, Dua Staf Damayanti Divonis 4 Tahun

Dessy Ariyati Edwin dan Julia Prasetyarini alias Uwi. (foto - ist)

Jakarta - Dua rekan anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti yaitu Dessy Ariyati Edwin dan Julia Prasetyarini alias Uwi, masing-masing divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Kduanya terbukti ikut menerima hadiah dari Abdul Khoir, terkait program aspirasi miliki Damayanti dan Budi Supriyanto.

"Menyatakan terdakwa Dessy Ariyati Edwin telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dan beberapa kali sebagaimana dakwaan pertama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta, dengan ketentuan bila terdakwa tidak dapat membayar denda diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," kata ketua majelis hakim Didik Riyono Putro dalam sidang pembacaan putusan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Putusan itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum KPK, yang menuntut agar Dessy dan Julia divonis masing-masing 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Ini sesuai dakwaan pertama pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Hakim terdiri atas Didik Riyono Putro, Casmaya, Fajar, M. Idris dan Suhartono mempertimbangkan Surat Keputusan Pimpinan KPK NO 910/01-55/08/2016 tanggal 19 Agustus 2016, mengenai pemberian justice collaborator (pelaku yang bekerja sama) dengan penegak hukum.

Perkara ini diawali saat Julia dan Dessy dipercaya Damayanti untuk mendampingi tugas sebagai anggota DPR, lalu berkenalan dengan Kepala Badan Pembangunan Jalan Nasional IX Maluku Amran Hi Mustary dan Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir.

Selanjutnya terjadi beberapa kali pertemuan antara Damayanti, Dessy, Julia, Abdul Khoir, Amran, anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto, Fathan, ALamuddin Dimyati Rois dan staf BPJN IX untuk membahas realisasi penempatan kegiatan program aspirasi anggota Komisi V DPR di wilayah kerja BPJN IX.

Abdul Khoir menyiapkan Rp 3 miliar untuk ditukarkan menjadi 328 ribu dolar Singapura kemudian dibagi-bagi dengan perincian Damayanti sejumlah 245.700 dolar Singapura sedangkan Julia dan Dessy diberikan sejumlah 41.150 dolar Singapura.

Abdul Khoir masih menyiapkan uang Rp 1 miliar untuk diserahkan kepada calon wali kota Semarang Hendrar Prihadi dan pasangan calon pasangan bupati dan wakil bupati kendal Widya Kandi Susanti dan Gus Hilmi sebesar Rp 300 juta. Sedangkan sisanya Rp 400 juta dibagikan kepada Julia dan Dessy masing-masing Rp 100 juta dan Damayanti Rp 200 juta.

Total yang diterima oleh Julia dan Dessy masing-masing adalah 74.150 dolar Singapura dan Rp 100 juta. "Perbuatan terdakwa menerima uang dari saksi Abdul Khoir sebesar 51.150 dolar Singapura dari dana aspirasi Damayanti, juga menerima dari saksi Abdul Khoir sebesar 33 ribu dolar AS dari dana aspirasi Budi Supriyanto dan menerima uang Rp 100 juta dari sisa dana kampanye Walikota Semarang dan Bupati Kendal maka unsur memenuhi hadiah telah terbukti," kata hakim M Idris.

Terhadap putusan ini Julia, Dessy dan JPU KPK menyatakan pikir-pikir. "Kami menyatakan pikir-pikir," kata Julia sambil terisak. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,