Perempuan Cantik Itu Serahkan Diri Jadi 'Pengantin' ISIS

Perempuan Cantik Itu Serahkan Diri Jadi 'Pengantin' ISIS

Umm Muthanna Al Britaniyah merupakan sosok di balik 'Pengantin Teroris'. (foto - Daily Mail)

Damaskus - Kalangan remaja di seluruh penjuru dunia diincar kelompok teroris, untuk direkrut demi menjadi loyalitas mereka. Dengan diiming-imingi janji surgawi, tidak sedikit di antara mereka yang hanyut  terjerat. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta dan kehidupan normal, kalangan remaja yang berasal dari berbagai negara tersebut berangkat ke medan perang di Suriah.

Tak hanya itu, sejumlah wanita cantik pun bersedia mengorbankan segala yang mereka miliki, untuk bergabung dengan kelompok teroris pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut. 

Perempuan muda Inggris pun tak kuasa menahan hasratnya, hingga mereka berbodong-bondong ke Suriah menjadi 'pengantin jihad' bagi para tentara kelompok teroris yang paling kejam di muka bumi tersebut. Sosok di balik burqa sambil membawa AK- 47, adalah sang mak comblang perayu para wanita muda, bernama Umm Muthanna Al Britaniyah.

Muthanna, adalah mantan mahasiswa di London dengan nama Tooba Gondal. Ia masih berusia 22 tahun dan ayahnya pebisnis yang sukses di negeri Ratu Elizabeth II. Dalam beberapa tahun, perubahannya dari mahasiswi bahagia yang bakal meninggalkan kampus hingga jadi 'cheerleader' ISIS memakai burqa menyandang AK 47.

Seperti dilansir Daily Mail, Gondal bertugas untuk merayu para gadis di dunia maya, mencekoki mereka dengan 'surga' ISIS dan menikahi para tentaranya. Pada Mei tahun lalu, menggunakan nama Fatima, ia mengajak remaja Inggris bepergian ke Suriah, bergabung dengan ISIS menikahi para tentaranya.

Ia meminta kaum remaja itu setidaknya merayu satu atau dua saudaranya, dan membawanya ke Suriah. Mereka berencana terbang ke Swiss lantas ke Istanbul, dan melalui jalan darat menuju perbatasan Suriah. Namun rencana itu gagal oleh wartawan yang menyamar.

Wartawan itu lantas memperingatkan polisi tentang aksi Gondal. Pihak berwenang tak bisa menemukan Gondal, namun berhasil menangkap saudaranya. Sejak saat itu, Gondal jadi target deredikalisasi oleh Prevent, unit khusus antiterorisme di Scotland Yard.

Sebagai sosok yang cerdas di Kelmscott School

Sejauh ini, tak ada yang mengetahui bagaimana Gondal yang berasal London Timur bisa bergabung dengan ISIS. Ia anak perempuan pertama pengusaha di London. Menurut teman-temannya, Gondal merupakan sosok cerdas dan selalu meraih nomor satu di tiap mata pelajaran di Kelmscott School. Meski banyak yang mengatakan, ia sosok remaja pemberontak pada umumnya.

Foto di buku tahunan tahun 2010 memperlihatkan ia memakai jilbab. Namun, teman-temannya mengatakan ia kerap membuka penutup aurat itu ketika berangkat sekolah dan memakainya saat pulang. "Ia sejenis remaja pemberontak. Aku pikir wajar. Ia datang ke sekolah pakai kerudung, lalu membukanya sesampai di sekolah," kata salah seorang temannya.

Gondal diketahui tinggal di Raqqa sejak Januari 2015. Ia pun aktif bermain Twitter. Gondal diketahui telah menikah dengan tentara ISIS dari Lebanon, Abu Abbas Al-Lubhani yang tewas dalam serangan udara. Saat itu, Gondal berkicau, "Suamiku tewas, ia pun syuhada di Hasakah".

Sang ayah, Mohammed Bashir Gondal, mengonfirmasi putrinya ke Suriah tahun lalu. Ia juga meyakini putrinya hidup bersama anggota ISIS lainnya. Bashir sendiri tak tahu bagaimana anak putri pertamanya itu bisa kabur. Dengan bahasa Inggris terbata-bata ia berkata, "Andai saja tahu kalau putriku ke Suriah, aku pasti akan mencegahnya...".

Kepolisian Inggris menolak berkomentar mengenai Gondal, demikian juga dengan Goldsmiths University. Cuitan paling baru Gondal menyebut, "Dosa-dosaku sangat banyak. Orang-orang di sekitarku meninggal. Kapan giliranku, ya Tuhan? Kapan aku bergabung dengan suamiku...". (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,