Jual Obat Kadaluwarsa, Enam Toko di Pasar Pramuka Disegel

Jual Obat Kadaluwarsa, Enam Toko di Pasar Pramuka Disegel

Enam toko yang kedapatan menjual obat kadaluwarsa disegel petugas PD Pasar Jaya, Dinas Kesehatan DKI dan BPOM DKI Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Sedikitnya enam toko yang kedapatan menjual produk obat kadaluwarsa langsung disegel petugas PD Pasar Jaya, Dinas Kesehatan DKI, dan BPOM DKI Jakarta. 
 
Penyegelan dilakukan saat Polisi dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi DKI Jakarta merazia di Pasar Pramuka Matraman Jakarta Timur, Rabu (79/2016).
 
Toko obat yang disegel yakni Apotek Rakyat Rezeki, Apotek Rakyat Fauzi, Apotek Rakyat Sinar Sehat 1, Apotek Rakyat Sinar Sehat 2, Mamar Gucci dan Apotek Rakyat Paris 2. Selain enam toko obat yang disegel, ada satu toko obat yang dipasangi garis polisi oleh Direktorat Resor Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, yakni Apotek Rakyat Aro's Farma.
 
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI, Koesmedi Priharto, sebelum dilakukan penyegelan BPOM DKI sudah menyelidiki mengenai obat kadaluwarsa terlebih dulu. Ternyata, enam toko itu juga tak mentaati aturan penjualan obat. 
 
Selain diduga menjual obat kadaluwarsa, toko itu juga menjual obat keras tanpa resep dokter dan tak memiliki izin edar.  Sebelum disegel, BPOM sudah selidiki lama dan akurat. Barang-barangnya sudah diperiksa dan hasilnya disampaikan ke kepolisian. 
 
"Untuk itu, diputuskan toko-toko tersebut bermasalah dan harus disegel," katanya. Sesuai perintah gubernur mereka yang melakukan pelanggaran kiosnya harus ditutup. Kemudian kasus hukumnya diserahkan ke kepolisian.
 
Sementara itu, Kepala BPOM DKI Jakarta, Dewi Prawitasari menjelaskan penyegelan dilakukan karena mereka telah melakukan pelanggaran secara berulang. Sehingga pihaknya melakukan penanganan pro justicia, dengan melibatkan aparat terkait.
 
"Sekarang berkasnya sudah P21 atau lengkap dan pada tahap kedua akan diajukan ke pengadilan agar disidangkan," katanya. Di antara toko itu ada yang menjual narkotika dan psikotropika tanpa resep. Padahal obat-obat keras itu tak boleh beredar bebas di masyarakat tanpa preskripsi dokter. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,