NASA Luncurkan OSIRIS-Rex Jelajahi Asteroid Jumat Ini

NASA Luncurkan OSIRIS-Rex Jelajahi Asteroid Jumat Ini

NASA Luncurkan OSIRIS-Rex untuk Menjelajah Asteroid hari Jumat ini. (foto - ist)

California - Untuk melakukan misi mengumpulkan dan mengembalikan sejumlah sampel data dari sebuah asteroid untuk kembali dibawa ke Bumi, hari Jumat 9 September 2016 sekitar pukul 06.00 pagi WIB, NASA meluncurkan OSIRIS-Rex. 

Dikutip dari Wired, upaya itu sekaligus mempelajari asal usul kehidupan di Bumi dan tempat lain, yang terkandung dalam sistem tata surya. Jika berhasil, ini akan menjadi misi pertama Amerika Serikat (AS) untuk mengembalikan sampel asteroid dan sampel terbesar kembali ke Bumi sejak era Project Apollo. 

Robot penjelajah OSIRIS-Rex (Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security - Regolith Explorer), akan lepas landas dari Pangkalan AU Cape Canaveral di Florida, untuk memulai misi selama tujuh tahun lamanya. 

Peluncuran dijadwalkan pukul 7.05 pm ET dan secara live dimulai pada pukul 5.30 pm ET waktu AS, atau sekira pukul 06.00 pagi WIB Jumat 9 September 2016. Misi itu akan memakan waktu dua tahun dan OSIRIS-Rex, diarahkan ke sisi asteroid Bennu pada September 2019. 

Setelah mencapai target, robot pesawat ruang angkasa kemudian meluncur mengelilingi matahari dengan kecepatan 63.000 mph, yang berorbit hampir sama dengan Bumi. Dikarenakan asteroid sangat kecil, maka tidak memiliki gravitasi untuk pesawat ruang angkasa untuk bekerja. 

Dengan demikian, gerakan robot penjelajah OSIRIS-Rex sangat lembut. Lembaga pemerintah milik AS atas program luar angkasa itu berharap, OSIRIS-Rex dapat mendemonstrasikan teknik pemetaan canggih untuk misi sains di masa depan, dan untuk ekspedisi penambangan asteroid komersial. 

Pesawat ruang angkasa yang melakukan perjalanan ke asteroid Bennu itu, akan membawa kembali sampel ke Bumi untuk sebuah studi intensif. "Peluncuran OSIRIS-Rex adalah awal perjalanan tujuh tahun kembalinya sampel murni dari asteroid Bennu," sebut OSIRIS-Rex Principal Investigator, Dante Lauretta dari University of Arizona, Tucson. 

"Tim membuat sebuah pesawat luar angkasa yang menakjubkan, dan telah kami lengkapi dengan baik untuk menyelidiki asteroid Bennu serta kembali dengan harta ilmiah kita," aku Lauretta. Pesawat ruang angkasa itu memiliki berat 2.110 kg, dan akan meluncurkan sebuah roket 411 Atlas V. Adapun kurun waktu periode peluncuran selama 34 hari, yang dimulai hari ini pada 8 September 2016 waktu setempat, dan mencapai target asteroid pada 2018. 

Seperti diketahui, OSIRIS-Rex akan mengumpulkan antara 60 sampai 2.000 gram bahan sampel dan robot bisa bertemu dengan asteroid Bennu. Setelah itu, robot akan mengambil sampel asteroid lalu membawa pulang ke bumi pada 2023, yang akan mendarat di Pusat Pengujian dan Latihan AU di Utah. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,