Angklung Pasundan Bandung Hangatkan KJRI Hamburg

Angklung Pasundan Bandung Hangatkan KJRI Hamburg

Tim Paguyuban Pasundan pentaskan angklung di Eropa dalam rangka misi

Hamburg - Suasana di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hamburg Jerman hangat dan meriah, seiring dengan mengalunnya musik angklung dari tim Muhibah Angklung Indonesia. Kehadiran tim Muhibah Angklung 40 Days in Europe itu menjadi pengobat rindu akan Tanah Air.
 
Tak hanya memukau para warga Indonesia yang ada di sana, angklung juga memikat hati warga Hamburg. Ketertarikan warga Jerman itu saat tim Muhibah Angklung beraksi di sekitar Pelabuhan Landungsbrueken. Awalnya, sekadar flashmob atau tampilan kejutan. Namun malah mendapat 91 euro alias Rp 1,2 juta dari para penonton dadakan.
 
Tim Muhibah Angklung yang diprakarsai oleh Paguyuban Pasundan dan Sembilan Matahari Film dari Bandung tersebut mengadakan kunjungan ke Hamburg, dalam rangka menyelenggarakan acara "Konser Muhibah Angklung 2016" dengan tema "Perjalanan Sebuah Pengakuan dan Kebanggaan" tengah Agustus 2016 lalu. 
 
Konser di Hamburg merupakan suatu rangkaian  tur mempromosikan kebudayaan Indonesia lewat kelompok musik angklung "40 days in Europe" yang dipimpin oleh penulis buku dan produser film, Dr. Maulana Syuhada ke sejumlah negara Eropa.?? Landungsbrucken sendiri suatu pusat wisata di Kota Hamburg, yang banyak dikungjungi para turis dan masyarakat Hamburg sendiri.
 
Para wisatawan pun tampak menikmati indahnya pemandangan pelabuhan Hamburg, di sela-sela pertunjukan angklung yang berlangsung kurang lebih sekitar 10 menit. Para penonton  kagum pada pertunjukan angklung, yang mungkin baru pertama kali melihat. Setelah pertunjukan usai, para wisatawan dan masyarakat Hamburg di Landungsbrucken mendekati para pemain menanyakan banyak tentang alat musik angklung.
 
"Tentunya saya suka. Ini adalah pengalaman baru buat saya, tak pernah dengar angklung sebelumnya. Ini sangat menarik,” aku salah seorang warga Jerman, Michael.
 
Sebelum ke Hamburg tim Muhibah Angkung mengikuti Festival Budaya Tradisional di Westerlo Belgia. Para penonton pun jatuh hati pada angklung dan budaya Indonesia. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,