Duterte Izinkan Pemerintah untuk Eksekusi Mati Mary Jane

Duterte Izinkan Pemerintah untuk Eksekusi Mati Mary Jane

Mary Jane Fiesta Veloso. (foto - ist)

Jakarta - Sepertinya saat ini tak ada alasan lagi untuk menunda eksekusi Mary Jane, warga Filipina yang tersangkut kasus narkoba setelah tiga kali lolos dari eksekusi mati. 

Izin untuk mengeksekusi Mary Jane disampaikan langsung oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi, pada Jumat 9 September 2016 di Istana Negara Jakarta.

"Saya bercerita, Mary Jane itu membawa 2,6 kilo heroin. Saya juga cerita penundaan eksekusi yang kemarin. Duterte lalu menyampaikan, silakan kalau mau dieksekusi," kata Jokowi, Senin (12/9/2016).

Pada Apri 2016, Mary Jane turut memperingati Hari Kartini di Lapas Wirogunan, Yogyakarta. Mary Jane tertangkap saat membawa heroin sebesar 2,6 kilogram di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, pada 2010 lalu.

Perjuangan kaum buruh Filipina dan pemerintahan Benigno Aquino sepanjang 2015, berhasil meloloskan Mary Jane dari hukuman mati.

Saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba, nasik Mary Jane sepertiya tak akan lolos dari jerat hukuman mati. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,