Jutaan Jemaah Haji Terhampar untuk Mabit di Muzdalifah

Jutaan Jemaah Haji Terhampar untuk Mabit di Muzdalifah

Jutaan Jemaah Haji Terhampar Lakukan Mabit di Muzdalifah. (foto - ist)

Mekah - Dengan terbenamnya matahari pada 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji termasuk jemaah Indonesia mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah. Mereka akan melakukan mabit (menginap) di sana, sambil mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah di Jamarat, Senin (12/9/2016) dinihari.

Jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia memenuhi sepanjang kanan kiri jalan Muzdalifah, untuk melakukan mabit. Mereka dibagi dalam maktab-maktab serta sektor, sesuai dengan daerah dan negara masing-masing. Berbeda dengan tahun sebelumnya, hamparan luas Muzdalifah di 6 sektor jemaah haji Indonesia,dilengkapi dengan karpet merah seukuran 1,5 x 2 meter. 

Di sektor satu maktab 10 misalnya, jemaah haji merasa nyaman dengan fasilitas tambahan yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara. "Alhamdulillah bagus dan nyaman," kata beberapa jemaah. Mereka duduk-duduk santai di atas karpet merah yang tersedia. Sebagian lainnya terlihat tiduran menikmati suasana malam di Muzdalifah, setelah mengumpulkan batu kerikil untuk lontar Jumrah.

"Alhamdulillah sekarang menjadi tidak kotor lagi," tambah jemaah lainnya. Sebelumnya mereka perlu membawa bekal alas, kini tidak perlu lagi dan bisa langsung beristirahat setibanya di Muzdalifah.  "Nyaman, enak, duduknya tertib," demikian kesan para jemaah Indenesia yang melakanakan mabit di Muzdalifah.

Sejumlah karpet merah tampak menghampar di beberapa titik, terutama di areal terdekat kumpulan baru kerikil yang telah disiapkan Pemerintah Saud,i dan juga dekat tempat buang air kecil (toilet). Penambahan fasilitas karpet merah baru diberlakukan oleh Muasasah Asia Tenggara di maktab negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun begitu, karpet merah yang disediakan belum menutup seluruh hamparan Muzdalifah. Beberapa bagian masih terbuka dan jemaah harus menggelar alas untuk bisa beristirahat di sana. "Nyaman, bagus, apalagi kalau karpetnya bisa semua," demikian harapan jemaah lainnya yang mengharakan jumlah karpet merah diperbanyak.

Melewati tengah malam, jemaah haji mulai diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina untuk menginap di sana. Hari ini, jemaah haji Indonesia mulai melakukan wajib haji lainnya, yaitu lontar Jumrah Aqabah, sebelum mereka bertahallul dan mengganti pakaian ihramnya dengan baju biasa. Sebagian jemaah ada juga yang memilih langsung menuju Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf Ifadlah dan bertahallul di sana, sebelum melakukan Jumrah Aqabah.

Musim haji tahun ini Muzdalifah memang memberikan fasilitas karpet untuk jemaah haji Indonesia saat mabit (menginap) dari Muassasah Asia Tenggara. Kepastian adanya fasilitas karpet ini ditegaskan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau Muzdalifah, Selasa  lalu. Di padang luas itu, sudah bertumpuk ribuan karpet merah yang masih tergulung dan teronggok di beberapa tempat.

Pada saat itu, bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri, Menag Lukman menggelar karpet merah yang nantinya akan diperuntukan bagi jemaah saat mabit di Muzdalifah. Setelah mencoba duduk, Menag mengaku nyaman dengan karpet merah baru yang disediakan Muassasah Asia Tenggara ini. "Ini bahayanya kalau terlalu nyaman, nanti jemaahnya ketiduran," kata Menag disambut tawa para jemaah.

Tidak hanya untuk jemaah haji Indonesia, karpet yang sama juga disiapkan untuk jemaah haji yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Kepada Amin, Menag menyampaikan apresiasinya atas penyediaan layanan karpet merah untuk jemaah selama di Muzdalifah. 

Di Muzdalifah, jemaah haji akan mengumpulkan batu kerikil yang akan dilontarkan di Jamarat. Kerikil itu sudah disebar menghampar oleh Pemerintah Arab Saudi di beberapa ruas padang Muzdalifah. Melewati tengah malam, jemaah kemudian diberangkatkan secara bertahap menuju Mina. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menargetkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Muzdalifah, sebelum jam 07.00 waktu Arab Saudi pada tanggal 10 Dzulhijjah. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,