Alat Pemanas Bayi di RSUD Cibabat Tiba-tiba Meledak

Alat Pemanas Bayi di RSUD Cibabat Tiba-tiba Meledak

Pemanas bayi (infant warmer) di Ruang Bersalin Lantai 4 Gedung C Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi. (foto - ist)

Cimahi - Alat pemanas bayi (infant warmer) di Ruang Bersalin Lantai 4 Gedung C Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi tiba-tiba meledak, Senin (12/9/2016) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Leakan terjadi saat seorang pasien tengah menjalani proses persalinan.
 
Kepala Polsek Cimahi Asep Nandang menyatakan, ledakan bermula ketika seorang bidan yang sedang melakukan persalinan menghidupkan alat infant warmer. Namun sebelum proses persalinan selesai timbul api dari alat itu. Dua pasien yang tengah berada di ruangan pun segera dievakuasi oleh petugas RSUD Cibabat, sehingga kejadian itu tak menimbulkan korban.
 
"Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Api dapat dipadamkan pada pukul 1.30 oleh pekerja RSUD Cibabat, dengan menggunakan Apar (alat pemadam api ringan) kecil sebanyak 16 buah yang berada di lokasi," katanya.
 
Ia mengatakan, dua pasien yang sedang berada di ruangan tersebut ialah seorang pasien yang sedang melakukan proses persalian dan seorang pasien lainnya yang sudah melaksanakan ultrasonografi (USG). Sementara kedua pasien tersebut dipindahkan ke Ruang Pelayanan Obstetri Neonatus Emergency Komprehensi (PONEK).
 
Sementara itu, Kepala Seksi Penunjang Medis RSUD Cibabat Mulyati mengatakan, pemanas bayi yang meledak itu sudah digunakan selama sekitar empat tahun. "Alat itu baru dibeli pada tahun 2012. Jadi, saya rasa alat itu masih normal," kata Mulyati.
 
Namun, ia belum bisa memastikan penyebab dari ledakan alat pemanas bayi tersebut. Hal itu perlu dibicarakan dengan dokter dan pihak kepolisian dulu. "Kalau mengenai penyebabnya, saya juga belum bisa menyampaikan. Besok kami baru akan diskusikan masalah ini," katanya.
 
Sejauh ini, Ruang Bersalin tersebut masih dikosongkan dan dijaga oleh dua satpam. Pada Selasa 13 September 2016, ruangan yang diperuntukkan bagi pasien Kelas I tersebut direncanakan sudah bisa kembali digunakan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,