Penyelundupan 160 Ton Bahan Peledak Bom Digagalkan

Penyelundupan 160 Ton Bahan Peledak Bom Digagalkan

Sebanyak 160 ton lebih bahan berbahaya berupa amonium nitrat dan 11 kontainer hasil laut ilegal disita. (foto - ist)

Jakarta - Penyelundupan sebanyak 160 ton lebih bahan berbahaya berupa amonium nitrat dan 11 kontainer hasil laut ilegal, berhasil digagalkan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kepolisian berserta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kita amankan amonium nitrat dari tiga kapal, yakni KM Harapan Kita, KM Ridho Ilahi, dan KM Hikmah Jaya. Masing-masing memuat 51.250 kilogram, 57.725 kg dan 57.500 kg," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, Selasa (13/9/2016).

Dalam upaya penggagalan penyelunduan bahan berbahaya tersebut, Mabes Polri mengamankan seorang importir berinisial YS. Selain amonium nitrat, petugas gabungan mengamankan puluhan kontainer berisi hasil laut ilegal, berupa ikan mackarel beku selundupan.

Operasi bersama tersebut berhasil mengamankan 10 kontainer berisi ikan mackarel beku dan satu kontainer beris cumi cumi, atau sotong beku dari Cina dan 71 ribu ekor lebih bibit lobster. "Pengimpor 11 kontainer itu PT NAS dan PT DRP. Mereka tidak memiliki dokumen importasi," katanya.

Mengenai potensi kerugian negara yang dihasilkan dari produk itu mencapai sekitar Rp 3 miliar lebih. Jumlah tersebut belum termasuk hasil penindakan dan penyitaan hasil laut, berupa 71 ribu ekor lebih bibit Lobster di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

"Penindakan dan penyitaan 71 ribu ekor lebih lobster anakan tersebut kita lakukan di Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, dengan nilai mencapai Rp 2,8 miliar. Satu orang tersangka berinisial H diamankan di Polres Bandara Soekarno Hatta" katanya. (Jr.)**

 

.

Categories:Nasional,
Tags:,