Perancis Evakuasi Kamp yang Dihuni 1.500 Warga Imigran

Perancis Evakuasi Kamp yang Dihuni 1.500 Warga Imigran

Para imigran Muslim di salah satu kampung di Nice terdapat juga golongan kelas menengah yang sekuler yang telah hidup bersama warga Perancis non-Muslim. (foto - independent)

Paris - Para petugas kepolisian Paris mulai melakukan proses evakuasi kamp perumahan, yang dihuni oleh sedikitnya 1.500 warga imigran. Di kamp tersebut, para imigran hidup dalam kondisi yang tidak sehat.
 
Namun demikian, di antara para imigran tersebut, terdapat juga imigran Musim yang tinggal dan menghuni salah satu kampung di Kota Nice Perancis. Para imigran Musim tersebut di antaranya datang dari golongan kelas menengah yang sekuler, yang telah hidup lama bersama warga Perancis non-Muslim.
 
Dilansir Politico, Sabtu (16/9/2016) evakuasi terhadap kamp-kamp yang berada di Ibukota Paris Perancis, merupakan operasi terbaru yang dilancarkan petugas kepolisian. Operasi tersebut dimulai pada pagi hari, yang sebagian besar imigran berasal dari Sudan, Eritrea dan Afghanistan.
 
Sementara itu, Menteri Perumahan Emmanuelle Cosse yang berada di lokasi kejadian mengatakan, sekitar 1.500 orang yang hidup dan menghuni kamp telah dievakuasi. Pada 17 Agustus lalu, sebanyak 700 imigran juga telah dievakuasi.  "Jumlah keluarga beserta anak-anak, lebih banyak dari biasanya," kata Cosse.
 
Untuk merespons mengenai rencana pembongkaran tersebut, Walikota Paris Anne Hidalgo pada pekan lalu mengumumkan, Paris akan membuka kamp pengungsi pertama. Kamp tersebut akan dibuka pada pertengahan Oktober tahun ini, sebagai upaya untuk menampung ribuan pengungsi dari jalanan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,