Sungai Pelimpahan Meluap Cilacap-Pangandaran Putus

Sungai Pelimpahan Meluap Cilacap-Pangandaran Putus

Jalur jalan Cilacap-Pangandaran terputus akibar Sungai Pelimpahan meluap. (foto - Youtube)

Cilacap - Hujan deras yang terus menerus mengguyur, menyebabkan ruas jalan penghubung antara Cilacap Jawa Tengah menuju Pangandaran Jawa Barat terputus. Putusnya jalur selatan itu terjadi akibat Sungai Pelimpahan di Kecamatan Patimuan Cilacap yang merupakan anak Sungai Citarum, meluap hingga ke jalan raya.

Menurut Kepala Desa Patimuan, Icuk Sudiarto mengemukakan luapan air sungai Pelimpahan terjadi sejak pukul 13.00 WIB. Diperkirakan, ketinggian air mencapai dua meter. "Saat ini arus lalu lintas putus. Bahkan, ada empat kendaraan yang terjebak, tiga kendaraan roda empat dan satu dump truck. Namun semua penumpang sudah dievakuasi dari kendaraan," katanya, Sabtu (17/9/2016).

Ia menyatakan, saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap sudah menurunkan perahu karet di lokasi. Meluapnya Sungai Pelimpahan kali ini merupakan yang paling besar. "Biasanya tidak seperti ini, akibatnya antrean panjang kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, karena jalur ini tidak bisa dilalui," katanya.

Luapan sungai itu terjadi karena hujan yang terjadi di kawasan Ciamis, Tasikmalaya dan Banjar. Dampaknya, luapan air membuat tanggul di sepanjang sungai jebol. "Ini seperti banjir kiriman dari wilayah sana. Karena tadi pagi wilayah sana hujan deras. Kalau di daerah Patimuan hujannya tadi malam," katanya.

Meski begitu, banjir tidak sampai ke permukiman penduduk di desanya. Saat ini warga Patimuan masih berusaha membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi pasir. "Saat ini belum ada penurunan air yang banjir," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy menyampaikan, beberapa wilayah di kawasan Cilacap bagian barat terendam banjir dan longsor di beberapa lokasi permukiman warga. "Banjir terjadi di Desa Purwasari Kecamatan Wanareja akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum sepanjang 40 meter. Akibatnya, banyak halaman rumah tergenang hingga ketinggian 30 centimeter," ungkapnya.

Selain itu, bencana longsor terjadi di Desa Bantar Kecamatan Wanareja sekitar pukul 03.30 WIB hingga menimpa salah satu rumah warga. "Laporan serupa juga kami terima dari Desa Madura Kecamatan Wanareja yang mengabarkan terjadinya bencana longsor sepanjang tujuh meter dengan ketinggian 2,5 meter, merusak sebagian bangunan rumah warga yang tinggal di dekat longsoran," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,