Polusi Semakin Buruk, Udara Bersih di Cina Diperjualbelikan

Polusi Semakin Buruk, Udara Bersih di Cina Diperjualbelikan

Kalangan remaja Kota Xi'an Cina begitu antusias membeli udara bersih dalam kantong dengan harga 1 Yuan. (foto - Shanghaiist)

Xi'an - Sang Pencipta tentunyab telah menciptakan dan memberikan udara secara gratis kepada manusia selama ini. Namun demikian, di Cina udara segar diperjualbelikan dalam kantong-kantong besar, akibat semakin buruknya kualitas udara yang dihirup warga di sana. Harga udara segar per kantongnya hanya 1 Yuan (setara Rp 2 ribu).
 
Kantong-kantong berisi udara bersih tersebut dijual, misalnya di pusat perbelanjaan Xi'an. Memang harganya sangat murah, namun disebut-sebut udara tersebut diambil dari tempat yang udaranya masih sangat bersih di Kota Xi'an.
 
Seperti dikutip dari laman Shanghaiist, Jumat (23/9/2016) polusi udara di Xi'an belakangan ini  kian memburuk mencapai 65 mikrogram per meter kubik. Hal tersebut jelas di atas standar kesehatan udara yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sebesar 25 mikrogram per meter kubik.
 
Xi'an memang dikenal sebagai salah satu dari sekian banyak kota besar di Cina, yang mengalami masalah polusi asap yang kronis. Hal itu tentunya bukan berita bagus bagi masyarakat kota tersebut.
 
Penelitian pada 2014 menyebutkan, jumlah rakyat Cina didiagnosa menderita kanker paru-paru sebanyak 4 juta orang, dari total seluruh masyarakat Negeri Tirai Bambu itu. Sedangkan pada 2010, sekitar 3 juta orang tewas akibat kanker paru-paru dan penyakit gangguan pernapasan lainnya.
 
Namun demikian, penjualan udara bersih di Cina ini dianggap sebuah langkah inovatif. Para pengusaha muda tersebut mencari uang dengan mengikuti cara pemasaran yang sama, dengan yang dilakukan di Kanada dan Australia, yakni menjual dengan harga sangat terjangkau.
 
Sejak kantong-kantong berisi udara bersih tersebut dijual di pusat perbelanjaan Kota Xi'an, maka masyarakat pun begitu tertarik dan  berbondong-bondong untuk membelinya demi memiliki udara segar. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait