Jelang Hari Persatuan Jerman Mesjid di Dresden Dibom

Jelang Hari Persatuan Jerman Mesjid di Dresden Dibom

Bom meledak di mesjid di Dresden Jerman. (foto - AFP)

Dresden - Sebuah mesjid dan pusat kongres di kota timur Jerman, Dresden dihantam bom, Senin malam waktu setempat. Serangan diduga didasari motif xenophobia atau ketakutan terhadap orang-orang asing dari negara lain, dan atas dasar nasionalis.

Berdasarkan keterangan saksi, bom rakitan tersebut meledak sekitar pukul 8 malam waktu setempat, dan merusak pintu masjid. Saat ledakan, imam mesjid beserta keluarga sedang berada di dalam. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka.

Dilaporkan Reuters, Selasa (27/9/2016) tidak ada yang terluka dalam ledakan yang terjadi di wilayah yang kuat menolak masuknya imigran besar di Jerman tersebut.

"Kendati tidak ada kelompok yang mengklaim serangan itu, kami mengasumsikan serangan berdasarkan atas motif xenophobia. Kami juga menduga adanya hubungan dengan perayaan Hari Persatuan Jerman pada pekan depan," kata Kepala Polisi Dresden, Horst Kretzschmar.

Dresden, merupakan kota di Jerman yang menjadi tempat lahirnya gerakan Pegida, atau gerakan patriotik pencegahan penyebaran Islam di negara Barat. Menurut para anggota, protesnya terhadap masuknya pengungsi dan migran tahun lalu, yang membawa satu juta pencari suaka ke Eropa.

Dresden pada pekan depan juga akan menjadi tuan rumah perayaan nasional, untuk menandai 26 tahun sejak reunifikasi Jerman Barat dan Timur. Perayaan itu akan dihadiri oleh Kanselir Angela Merkel dan Presiden Joachim Gauck.

Sebuah laporan mengenai reunifikasi menyebutkan, pemerintah memperingatkan bahwa pertumbuhan xenophobia dan ekstremisme sayap kanan bisa mengancam perdamaian di timur Jerman. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,