Kekerasan Seksual Langsung Laporkan ke Nomor 1-500-771

Kekerasan Seksual Langsung Laporkan ke Nomor 1-500-771

Seniman melakukan aksi teatrikal yang menyerukan "Stop Kekerasan Seksual pada Perempuan" di Bandung. (foto - ist)

Jakarta - Tidak terungkap karena dianggap sebagai aib bagi keluarga merupakan salah satu penyebab, yang memicu berulangnya kejadian kasus kekerasan seksual.
 
"Sering tidak terungkap dan ditutupi karena aib keluarga. Bukan empati yang didapat oleh korban, tetapi tuduhan lain," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Sony Manalu di Gedung Ombudsman Jakarta, Selasa (27/9/2016).
 
Menurutnya, faktor lain yang ikut memicu kekerasan adalah rentannya ketahanan keluarga. Mudahnya akses terhadap pornografi, hingga tidak tertanganinya korban dengan baik, sehingga berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari. "Norma hukum yang ada pun belum memberikan efek jera dan efek cegah," katanya.
 
Oleh karena itu, pemerintah membuka layanan Telepon Pelayanan Sosial atau diakronimkan menjadi TePSA. Layanan itu dibuka untuk mempermudah masyarakat melaporkan peristiwa kekerasan seksual atau masalah sosial lain, dengan menghubungi nomor telepon 1-500-771. Layanan telepon tersebut tersedia selama 24 jam setiap harinya.
 
Tidak hanya pelaporan kasus, masyarakat juga bisa berkonsultasi terkait kekerasan yang sedang dihadapi. Sehingga masyarakat bisa langsung mendapatkan rujukan pihak terkait untuk mendapatkan pertolongan atau penindakan.
 
"TePSA akan konsultasi dengan peksos (pekerja sosial) dan dirujuk ke mana, apakah itu ke kepolisian atau perlindungan anak," tegas Sony.
 
Ia mengatakan, sejak diluncurkan pada Agustus 2016 lalu pihaknya sudah menerima sejumlah laporan lewat layanan ini. Namun sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. "Jumlah telepon yang diterima hingga saat ini sekitar 247, kami akan terus sosialisasikan," katanya.
 
Sementara itu, untuk penanganan dan pencegahan kasus kekerasan seksual, Sony menyebutkan pihaknya telah mengupayakan sejumlah langkah. Salah satunya, melakukan rehabilitasi sosial. "Baik terhadap korban maupun pelaku," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,