Puluhan Ribu Perempuan Arab Saudi Menggugat Kesetaraan

Puluhan Ribu Perempuan Arab Saudi Menggugat Kesetaraan

Shaila Sabt, model asal Bahrain sebagai perempuan Arab kawasan Teluk pertama mengikuti ajang perlombaan kecantikan internasional. (foto - Facebook/ilustrasi)

Riyadh - Puluhan ribu wanita Arab Saudi menandatangani petisi menuntut diakhirinya sistem perwalian oleh lelaki, yang selama ini ditetapkan pemerintah setempat. 
 
Dilansir AFP, salah seorang aktivis kampanye penghapusan sistem perwalian, Prof. Aziza Al-Yousef yang berdomilisi di Riyadh mengatakan, sistem perwalian sangat merugikan karena menganggap wanita bukan sebagai "warga negara yang penuh".
 
Aziza yang merupakan pensiunan guru besar di salah satu kampus di Saudi mengaku, proses pengajuan petisi tak sepenuhnya mulus. Pasalnya, saat dia mencoba untuk menyerahkan petisi yang sudah ditandatangani 14.700 nama itu ke pengadilan Kerajaan Saudi, otoritas setempat sempat menolak. Namun otoritas pengadilan meminta Aziza untuk menyerahkan petisi lewat pos.
 
"Hari ini saya menyerahkannya lewat pos sesuai dengan permintaan," katanya. Dia berharap, pemerintah Saudi dengan cepat merespons petisi tersebut. Dua tahun lalu, aktivis perempuan Saudi juga pernah menggelar demonstrasi, yang menentang larangan mengemudi bagi kaum hawa. 
 
Mereka berunjuk rasa menyerukan pemerintah untuk mengizinkan perempuan menyetir. Dalam aksi itu, sejumlah perempuan nekat mengemudi di jalanan yang membuat mereka ditangkap, meski kemudian dibebaskan setelah banyak yang memprotes.
 
Prof. Aziza Youssef yang saat itu belum pensiun dari King Saud University, juga ikut memimpin aksi tersebut. Ia mengatakan, aturan yang diterapkan pihak kerajaan itu sangat diskriminatif terhadap perempuan.
 
Sejauh ini, larangan mengemudi masih berlaku yang membuat para aktivis, tetap melanjutkan perjuangan mereka agar aturan diskriminatif tersebut segera dicabut. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,