Media Asing Soroti Kasus Video Mesum di Videotron Jaksel

Media Asing Soroti Kasus Video Mesum di Videotron Jaksel

Tayangan video mesum videotron di persimpangan Jalan Wijaya I dan Jalan Prapanca Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan. (foto - ist)

Jakarta - Insiden memalukan tayangan video mesum di videotron di persimpangan Jalan Wijaya I dan Jalan Prapanca Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Jumat lalu, tak hanya jadi sorotan media nasional. Namun sejumlah kantor berita asing pun turut menyoroti kejadian itu.
 
Tak heran, videotron yang biasanya menampilkan promosi produk atau iklan layanan masyarakat, tiba-tiba muncul tayangan yang mempertontonkan adegan antara pria dan wanita yang bikin kaget mereka yang menyaksikannya. Sontak saja hal itu jadi perhatian semua kalangan.
 
Tayangan yang biasanya ditonton sembunyi-sembunyi disaksikan secara pribadi, tiba-tiba bocor ke ruang publik yang ditonton secara massal tanpa batasan umur. Pengendara, pejalan kaki, pedagang asongan, anak-anak larut menyaksikan tayangan tersebut.
 
Media terkemuka Inggris, BBC misalnya menampilkan artikel berjudul 'Pornographic film appears on billboard in Jakarta'  pada 30 September 2016. Bahkan, hingga Sabtu petang pukul 17.00, artikel tersebut masuk 10 besar paling populer di situs BBC News.
 
BBC pun mengutip pernyataan Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan (Kominfomas) Jakarta Selatan, Lestari Ady Wiryono terkait pelanggaran serius dalam insiden itu.
 
Selain itu, kantor berita resmi Malaysia Bernama juga mengangkat berita tersebut dan mengabarkan kasus itu tengah diusut oleh Kepolisian RI. Sejumlah media dari berbagai negara seperti Gizmodo, The Straits Times, Inquirer, Mashable, Express.co.uk, Express.co.uk pun tak luput mengabarkan hal senada.
 
Aparat keamanan pun tak tinggal diam menghadapi skandal yang mencoreng muka Indonesia, sekaligus membuat tidak nyaman warga Ibukota. Kini, Penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya tengah menggelar uji forensik terkait tayangan video mesum di videotron itu.
 
"Kita lihat siapa saja yang berwenang dan juga memiliki akses ke situ (videotron), yang tengah didalami Cyber Polda," ungkap Kasubdit Jatanras Polda Metro AKBP Hendy F Kurniawan.
 
Menurutnya, polisi belum dapat menarik kesimpulan terkait tontonan videotron mesum itu. Yang jelas, saat ini polisi tengah mencermati soal bagaimana sistem kerja papan video itu. "Pelajari SOP-nya itu bagaimana. Pola kerjanya seperti apa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,