Ritual Tahunan Berubah Jadi Demo Menewaskan 52 Orang

Ritual Tahunan Berubah Jadi Demo Menewaskan 52 Orang

Ritual tahunan masyarakat Oromo berubah jadi demo anti-pemerintah di Kota Bishoftu selatan-tengah Ethiopia. (foto - ist)

Bishoftu - Sedikitnya 52 orang tewas dan yang mengalami luka-luka, menyusul sebuah festival tahunan masyarakat Oromo berubah menjadi protes anti-pemerintah di Kota Bishoftu selatan-tengah Ethiopia, Minggu waktu setempat.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (3/10/2016) berdasarkan pernyataan pemerintah setempat, para korban tewas akibat berdesak-desakan. Ribuan orang dari kelompok etnis terbesar Ethiopia datang dari seluruh wilayah Oromia, ke salah satu danau kawah kota, Hora yang terletak 45 kilometer (28 mil) tenggara ibukota Addis Ababa. Massa meneriakkan kata "didne" dari bahasa Oromiffa yang memiliki makna "cukup".

Penyerangan pun berlangsung setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan dan menggunakan gas air mata, untuk membubarkan kerumunan massa. Slogan lainnya yang diteriakkan sepanjang demonstrasi. yakni "kebebasan" dan "Woyane" turun. Woyane adalah nama lain untuk Front Pembebasan Rakyat Tigray (the Tigray People’s Liberation Front-TPLF), yang telah berkuasa sejak tahun 1991.

Menurut Getachew Reda dari kantor Urusan Komunikasi Pemerintah, pihaknya benar-benar merasa sedih, karena insiden itu seharusnya tidak pernah terjadi. Kelompok oposisi bertanggung jawab untuk demonstrasi tersebut. "Padahal, selama ini pemerintah telah berusaha untuk mendaftarkan festival tersebut di UNESCO," katanya.

Festival syukur The Irrecha dirayakan setiap bulan Oktober dan melibatkan berbagai ritual, termasuk mencuci rumput hijau ke Hora Lake kemudian dipercikkan pada wajah dan kepala seseorang. Wilayah Oromia pernah menjadi tempat demonstrasi kekerasan, yang mengakibatkan banyak korban tewas pada Desember 2015 dan Agustus 2016 lalu.

Massa demonstran memprotes keputusan pemerintah yang bermaksud memperbesar batas ibukota, dengan mengorbankan kawasan Oromo. Sebab mereka meyakini, bahwa dengan pelebaran batas ibukota tersebut akan mengusir petani Oromo dari tanah mereka. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,