20 Tewas Dalam Baku Tembak di Pakistan

20 Tewas Dalam Baku Tembak di Pakistan

Tentara Pakistan Berjaga Terhadap Serangan Gerilyawan. (foto: Net)

Peshawar - Setidak-tidaknya lima tentara dan 15 gerilyawan tewas dalam tiga kejadian terpisah, yang melibatkan bakutembak dan dua ledakan bom di Pakistan baratlaut, kata pejabat, Selasa (11/11/2014).

Bakutembak meletus pada Senin malam di pos pemeriksaan Satuan Perbatasan (FC) di daerah Shireedara, distrik Orakzai, salah satu dari tujuh daerah suku setengah otonom di perbatasan Afghanistan.

"Lebih dari 50 gerilyawan menyerang pos perbatasan itu. Dua tentara mati syahid sementara 15 gerilyawan tewas dalam baku tembak," kata seorang pejabat senior keamanan kepada AFP.

Ia mengatakan enam tentara juga cedera dalam serangan itu, dan menambahkan gerilyawan itu lari setelah pasukan FC melancarkan serangan balasan.

Seorang pejabat keamanan lainnya mengonfirmasikan insiden dan korban itu.

Di tempat-tempat lain, seorang tentara tewas dan seorang lain cedera ketika satu bom pinggir jalan meledak dekat kendaraan mereka di kota Bannu daerah barat laut Selasa, kata seorang pejabat keamanan.

Di tempat terpisah, satu bom yang ditempatkan di pinggir jalan di desa Chargoo distrik suku Bajaur yang berbatasan dengan Afghanistan menewaskan dua personil pasukan keamanan suku dan mencederai tiga orang lainnya, kata pejabat pemerintah lokal Sihai Khan kepada AFP.

Para pejabat itu sedang mengawai pengaturan keamanan bagi vaksinasi anti-polio dari rumah ke rumah di daerah itu di mana gerilyawan Taliban aktif, tambahnya.

Pakistan menampung 85 persen kasus polio di seluruh dunia tahun 2014.

Teori konspirasi tentang vaksin adalah satu rencana untuk mensteril warga Muslim telah semakin menambah tantangan bagi negara itu dalam memerangi penyakit itu.

Sejak Desember 2012, setidaknya 30 petugas vaksinasi polio tewas di Pakistan bersama setidaknya 30 polisi dan personil keamanan yang mengawal mereka.

Pakistan sedang memerangi kelompok-kelompok garis keras Islam di daerah suku yang semi-otonomi sejak tahun 2002 setelah militernya memasuki wilayah itu untuk mencari para petempur Al Qaida yang lain melintasi perbatasan itu setelah invasi pimpinan AS di Afghanistan.

Pada Juni tentara memulai satu serangan besar-besaran ke tempat-tempat gerilyawan di daerah suku Waziristan Utara seteah satu serangan berdarah di Bandara Karachi yang mengakibatkan terhentinya perundingan perdamaian antara pemerintah dan Taliban.

Waziristan Utara adalah satu pangkalan penting bagi gerilyawan Tehreek-e-Taliban Pakistan.

AS telah lama mendesak Pakistan melakukan tindakan terhadap kelompok-kelompok gerilyawan di Waziristan Utara, yang menggunakan daerah itu sebagai pos bagi melancarkan serangan-serangan terhadap pasukan NATO di Afghanistan. (AY)

.

Categories:Internasional,