Florida Tetapkan Status Darurat Badai Matthew Dekati AS

Florida Tetapkan Status Darurat Badai Matthew Dekati AS

Topan Matthew menerjang Haiti. (foto - The Guardian)

Port au Prince - Badai kuat Matthew yang menghantam Haiti dengan kecepatan angin 230km/jam mulai mereda, Rabu waktu setempat. Namun, badai itu meninggalkan 10 orang tewas, setelah badai terparah sejak 2007 itu bergerak menuju Kepulauan Bahama dan Negara Bagian Florida di Amerika Serikat.
 
Seperti dilaporkan BBC, otoritas Badan Badai Nasional di Florida AS menyatakan, berdasarkan perkiraan cuaca badai Matthew setelah meninggalkan Haiti dan Kuba, mendekati sebagian wilayah tenggara dan pusat Bahama, lalu mendekati barat-laut Bahama malam waktu setempat.
 
Badai itu juga diprediksi menghantam pesisir timur AS di Florida akhir pekan ini. Florida, Carolina Selatan dan sebagian Carolina Utara telah mendeklarasikan kondisi darurat.
 
Sementara itu, kerusakan yang ditimbulkan badai tersebut saat menerjang Haiti cukup signifikan. Badai Matthew menyapu Haiti bagian barat yang menyebabkan akses ke Haiti Selatan terputus, setelah jembatan yang menghubungkannya ke ibukota, Port-au-Prince roboh.
 
Pemerintah setempat menyatakan, pihaknya berusaha untuk mengembalikan akses ke semenanjung selatan Haiti, setelah jembatan La Digue ambruk. Sementara laporan Reuters menyebutkan, badai tersebut telah membuat penederitan rakyat Haiti semakin bertambah.
 
Sementara itu utusan khusus PBB di Haiti, Mourad Wahba mengatakan, badai Matthew telah menelantarkan ratusan ribu orang. Haiti merupakan negara yang dilanda masalah kemanusiaan terbesar sejak gempa hebat terjadi enam tahun lalu.
 
"Sejauh ini, setelah enam tahun gempa berlalu, kondisi Haiti masih memprihatinkan. Bahkan makin buruk setelah kembali dihantam badai kuat," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,