Hillary dan Trump Saling Hina di Debat Capres Amerika

Hillary dan Trump Saling Hina di Debat Capres Amerika

Sekitar 1.000 polisi diterjunkan untuk mengamankan tempat debat Hillary vs Trump. (foto - ist)

New York - Suhu persaingan antara Hillary dan Trump dalam memperebutkan takhta Presiden Amerika serikat kian memanas. Genderang perang seakan berbunyi, ketika Trump hadir dengan empat korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Bill Clinton.
 
Pembukaan debat capres pun dimulai tanpa ada jabat tangan. Debat kedua capres Amerika Serikat tersebut dinilai sebagai debat yang buruk, karena hinaan yang dilontarkan masing-masing calon. Serangan Trump terhadap Hillary dimulai terlebih dulu sejak isu untuk menginvestigasi isi e-mail Hillary hingga ancaman untuk memenjarakannya.
 
Tak hanya itu, Trump bahkan mengungkit masa lalu Bill Clinton, suami Hillary terkait skandal seks. Trump datang dengan menghadirkan empat perempuan yang diduga korban pelecehan seksual Bill Clinton.
 
Hillary pun membalas dengan menyatakan, "Lihat, ini hanya soal sebuah video. Namun ia tak pernah meminta maaf atas segala perbuatannya ke semua orang. Ia tak pernah meminta maaf kepada Mr dan Mrs Khan, keluarga muslim yang anaknya meninggal.
 
Ia pun tak pernah meminta maaf ke hakim federal". Hillary juga memaparkan sikap Trump yang lebih serin melecehkan perempuan, baik di televisi maupun akun twitternya. 
 
Debat kedua ini memicu reaksi masyarakat Amerika Serikat. Bahkan Petinggi Partai Republik pun menyatakan tidak akan membela Trump. Barrack Obama sendiri bahkan mendesak agar Partai Republik menarik dukungan mereka untuk Donald Trump. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,