Mazda Tepis Pengalihan Bisnis karena Penjualan Merosot

Mazda Tepis Pengalihan Bisnis karena Penjualan Merosot

Mazda Tepis Pengalihan Bisnis karena Merosotnya Penjualan. (foto - ist)

Jakarta - PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menepis pengalihan bisnisnya di pasar automotif Indonesia kepada PT Eurokars Motor Indonesia, akibat penjualan kendaraan yang memburuk. Pengalihan tersebut lebih untuk memperkuat kehadiran posisi Mazda di pasar otomotif Indonesia. 
 
Senior Marketing Manager PT MMI Astrid Ariani Wijana menjelaskan, dari sisi penjualan hampir semua pelaku bisnis kendaraan mengalami penurunan penjualan. "Jika terjadi penurunan penjualan yang dialami Mazda karena kondisi ekonomi nasional yang sedang lesu, hal itu pasti juga dirasakan produsen automotif lain," kata Astrid, Jumat (14/10/2016). 
 
Menurutnya, meski iklim usaha berubah  secara keseluruhan penjualan Mazda masih stabil di pasar Indonesia. Mazda2 hatchback masih menyumbang penjualan tertinggi setiap bulannya. Aksi korporasi melalui pengalihan distribusi kepada Eurokars, diyakini akan berdampak pada pengembangan Mazda di tengah semakin ketatnya persaingan di industri otomotif Indonesia. 
 
"Tindakan korporasi diambil agar Mazda lebih berkembang lagi di Indonesia, tentunya melalui pengalaman distribusi yang dimiliki Eurokars saat ini," tegas Astrid. 
 
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), MMI membukukan penjualan wholesales sebanyak 4.303 unit sejak Januari hingga Agustus 2016. Mazda2 hatchback merupakan penyumbang tertinggi, yakni 2.237 unit. 
 
Perolehan penjualan terbanyak Mazda terjadi pada Agustus yakni 875 unit. Namun perolehan penjualan Mazda pada Januari-Agustus 2016 menurun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5.828 unit. Artinya, ada penurunan penjualan sebesar 26 persen. (Jr.)**
.

Categories:Otomotif,
Tags:,