Di Tangan Vajiralongkorn Thailand Menatap Masa Depan

Di Tangan Vajiralongkorn Thailand Menatap Masa Depan

Putra Mahkota Vajiralongkorn dan Putri Srirasmi. (foto - gettyimages)

Bangkok - Warga Negeri Gajah Putih yang berkumpul di depan gedung rumah sakit menangis ketika mendengar pengumuman Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meninggal dunia dalam usia 88 tahun.
 
Dilansir Channel News Asia, "Yang Mulia meninggal dalam damai di Rumah Sakit Siriraj," kata pernyataan istana. Pihak kerajaan pun menetapkan masa berkabung selama setahun.
 
Bagi rakyat Thailand, Raja Bhumibol adalah segalanya. Dialah sosok yang mempersatukan Thailand di tengah jatuh bangun kudeta terhadap perdana menteri. Meski tak turun langsung, sang raja selalu mengawal konstitusi di negaranya. 
 
Bhumibol pernah menegur Perdana Menteri Thaksin yang otoriter dan antikritik. Dia pula yang memanggil pemimpin rezim militer untuk menggelar Pemilu tahun 1992. Dua jenderal yang dipanggil, menghadap Raja Rama IX didaulat menjadi raja tahun 1946 dan mulai naik tahta tahun 1950. Saat itu usianya baru 19 tahun. Dia langsung mendapat tempat di hati rakyat karena kesederhanaan dan perhatiannya pada masyarakat.

Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit menggunakan kekayaan kerajaan untuk membangun sekolah dan fasilitas umum lainnya. Sang raja mencintai petani seperti petani juga mencintainya. Jika tak dalam busana kebesaran, selalu ada kamera tergantung di lehernya. Bhumibol memang pecinta fotografi, dan kamera itu yang selalu menemaninya blusukan ke pelosok.

Di Thailand, foto Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit ada di mana-mana. Bahkan sebelum film diputar pun semua orang akan berdiri dan bernyanyi lagu kebangsaan saat foto sang raja ditayangkan. Bhumibol berkuasa selama 70 tahun dan merupakan raja terlama yang berkuasa saat ini di dunia.

Sementara Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn (64) bak bumi dan langit dibanding sosok ayahnya. Jika ayahnya sederhana, Vajiralongkorn dikenal doyan pesta dan hidup mewah. Sang ayah menikahi satu wanita seumur hidupnya, sang pangeran sudah tiga kali kawin cerai. Belum lagi kabar hubungan gelapnya dengan sejumlah wanita di Eropa.

Pria kelahiran tahun 1952 itu lulus Royal Military College di Australia. Dia memiliki kualifikasi sebagai pilot militer. Tahun 1970an, Vajiralongkorn pernah ikut bertempur melawan gerilyawan komunis dan Khmer Merah di perbatasan Kamboja. Tahun 2009, video pestanya bikin malu keluarga kerajaan. Istri ketiganya, Putri Srirasmi mengadakan pesta untuk anjing pudel mereka. Srirasmi cuma mengenakan G-string supermini dengan dada terbuka.
 
Pada Juli 2016, Vajiralongkorn kembali mencuri perhatian dunia. Seorang fotografer memotret putera mahkota ini di Bandara Munich Jerman. Penampilannya disebut mirip gelandangan. Dia mengenakan kaos dalam yang kekecilan, celana jins melorot, sandal jepit dan tubuh penuh tato. Ia juga tampak menggendong anjing pudel, sementara seluruh kru Thai Airways memberi hormat dengan sikap sempurna.

Akibat foto itu, polisi menggerebek rumah seorang wanita bernama Noppawan di Bangkok. Dia adalah istri Andrew MacGregor Marshall, seorang jurnalis asal Inggris. Marshall memposting foto memalukan Vajiralongkorn itu di akun media sosial miliknya. 
 
Penghinaan pada keluarga kerajaan dapat dipidana penjara 15 tahun. Pemerintahan militer menguatkan aturan ini. Namun setelah diperiksa delapan jam, Noppawan akhirnya dibebaskan. Masyarakat Thailand sebenarnya lebih mengharapkan putri raja, Maha Chakri Sirindhorn yang bisa menjadi penerus tahta. Secara aturan wanita juga diperbolehkan untuk menduduki tahta kerajaan.

Putri Sirindhorn lebih mirip ayahnya yang gemar melakukan pekerjaan sosial dan menemui masyarakat. Namun kelihatan benar jika pemerintahan militer mendukung Vajiralongkorn untuk berkuasa. Harapan rakyat Thailand agar Putri Sirindhorn naik tahta agaknya tak bisa terwujud. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,