JPU Minta Dua Permohonan di Sidang Kasus Kopi Sianida

JPU Minta Dua Permohonan di Sidang Kasus Kopi Sianida

JPU Sampaikan Dua Permohonan di Sidang Kasus Kopi Sianida. (foto - ist)

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maylany meminta majelis hakim untuk mengenyampingkan nota pembelaan atau pledoi, yang disusun pihak terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Menurut penilaian Jaksa, pledoi yang disusun pihak terdakwa Jessica tak punya dasar yuridis yang kuat, untuk menggugurkan tuntutan yang disusun pihaknya.

"Pledoi terdakwa harus dikesampingkan. Selain itu uraian pledoi tersebut tidak memilki dasar yuridis yang kuat, yang dapat untuk menggugurkan surat tuntutan penuntut umum," katanya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Untuk itu, pihaknya mengajukan beberapa permohonan kepada majelis hakim. Pertama, menolak semua pledoi dari penasihat hukum ataupun terdakwa Jessica.

Sedangkan yang kedua, menjatuhkan putusan sebagaimana tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya, Rabu 5 Oktober 2016 lalu, yakni 20 tahun penjara terhadap terdakwa Jessica.

"Demikian replik penuntut umum atas pledoi penasihat hukum terdakwa Jessica, yang telah kami bacakan pada persidangan hari ini tanggal 17 Oktober tahun 2016. Selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim yang mulia," katanya.

Setelah JPU membacakan replik, majelis hakim bertanya pada tim penasihat terdakwa Jessica Kumala Wongso, apakah akan mengajukan duplik (jawaban atas replik jaksa). 

Otto dan Jessica menjawab akan membuat duplik masing-masing. Lalu majelis hakim menunda persidangan ke-30 perkara 'kopi sianida' itu. Sidang dilanjutkan Kamis, 20 Oktober 2016 dengan agenda mendengarkan duplik pihak terdakwa Jessica.

"Dengan demikian, persidangan kali ini diberikan kesempatan kepada terdakwa dan kuasa hukumnya utuk mengajukan duplik. Nanti pada kamis tanggal 20 Oktober 2016," kata Hakim Ketua Kisworo. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,