Suasana Berkabung, Industri Pariwisata Thailand Meredup

Suasana Berkabung, Industri Pariwisata Thailand Meredup

Suasana di sejumlah cafe di kawasan Pattaya Thailand pun tak seperti biasanya yang selalu dipadati kalangan wisatawan. (foto - ist)

Bangkok - Mantan dewan penasihat Bhumibol, Prem Tinsulanonda (96) ditunjuk sebagai pemangku kerajaan sementara, sampai pangeran naik tahta secara resmi setahun ke depan. Penunjukan itu berlangsung di saat industri pariwisata Thailand yang mulai meredup selama masa berkabung.
 
Sepinya tempat wisata di Thailand bisa dilihat dari beberapa tempat di pusat kota. Jalan Khao San misalnya, yang biasanya ramai dipadati wisatawan, kini terlihat lengang. Begitu pula dengan pub dan klub malam. Bahkan, tempat pelacuran paling terkenal di Negeri Gajah Putih itu pun, kini sudah ditutup sepenuhnya.
 
Wisatawan pun menyatakan kekecewaannya dalam sebuah wawancara yang dilansir dari SBS News"Beberapa hari lalu kami masih tenggelam dalam pesta, tapi malam berikutnya kami bahkan tidak bisa melakukan pesta terbuka di pantai. Semua tempat ditutup. Kami bahkan tidak bisa membeli minum di jalan atau di toko swalayan. Benar-benar tak ada musik dan lampu di mana pun".

Pengelola hotel di Bangkok, Jarupa Sunthonpagsit terpaksa melakukan beberapa pembatalan rencana perjalanan. Termasuk pengembalian uang dari pembatalan tiket konser. "Yang saya coba lakukan mengubah rencana untuk membawa mereka ke kuil. Jadi saya coba fokus pada apa yang bisa dilakukan selain pesta-pesta yang seharusnya tidak kita lakukan saat ini," katanya. 

Wisatawan asal Amerika, Carly Pethick juga menyatakan rencana untuk meninggalkan negara itu lebih awal dari yang dia rencanakan sebelumnya. "Kami menerka haruskah pergi ke tempat terkenal lainnya, tapi jadi kembali ragu karena belum ada kepastian apapun. Kami masih tidak yakin. Mungkin kami akan pulang sedikit lebih awal dari yang sudah direncanakan," kata Pethick.
 
Sementara itu, sepasang kekasih lokal yang berencana menikah tahun ini juga terpaksa menunda resepsi mereka. Junlapat dan Kanjira Bunditput memang merasa kecewa tapi tidak bisa mengeluh. "Kami telah menyiapkan segalanya, tetapi kami membatalkannya di menit terakhir," keluh pasangan itu.

"Semua orang memahami situasi ini. Tidak perlu waktu lama untuk membatalkan resepsi kami," tambah mereka. Pemerintah berharap masa berkabung ini tidak berdampak secara jangka panjang pada sektor kepariwisataan dan ekonomi negara. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,