Terlibat Pungli, Emil Pecat 9 Kepsek & Stop 5 Rekomendasi

Terlibat Pungli, Emil Pecat 9 Kepsek & Stop 5 Rekomendasi

Walikota Bandung Ridwan Kamil. (foto - ist)

Bandung - Walikota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan sembilan kepala sekolah dasar negeri (SDN) dan SMPN serta merekomendasikan pemberhentian lima kepala SMA Negeri. Pasalnya, mereka dinyatakan terbukti melakukan pungutan liar dan gratifikasi.

Kesembilan kepala sekolah yang diberhentikan itu, yakni  kepala SDN  Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 13, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 44. Mereka diminta untuk mengikuti lagi pendidikan kepala sekolah.

Sementara lima kepala sekolah SMA Negeri yang direkomendasikan ke Gubernur untuk diberhentikan, yakni kepala SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMA Negeri 8, dan SMA Negeri 9. Sanksi berupa rekomendasi sesuai dengan kebijakan nasional mengalihkan kewenangan pengelolaan SMA dari Pemkot ke Pemprov.

Di samping itu, sanksi lain berupa skorsing tiga bulan dan penundaan kenaikan pangkat diberikan kepada lima kepala sekolah, yakni kepala SDN Soka, SDN Bina Harapan 1 dan 2, SDN Centeh, SDN Halimun, serta SDN Nilem.

Pemerintah Kota Bandung juga menyampaikan teguran keras kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana. Ia dianggap gagal mengawal dan mengeksekusi aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016/2017 ,yang dinilai relatif sudah baik.

Sanksi dan rekomendasi diberikan setelah penyelidikan yang dilakukan Inspektorat selama tiga bulan, di 19 sekolah negeri di Kota Bandung. Khususnya terkait dugaan sejumlah pelanggaran selama proses PPDB tahun ajaran 2016/2017. 

Adapun dua jenis pelanggaran yang ditemukan adalah maladministrasi tanpa aliran uang, dan maladministrasi yang disertai aliran dana ilegal. Sedangkan bentuknya beragam, mulai dari penerimaan tidak sah dari penjualan buku dan seragam, hingga penerimaan dari program mutasi siswa baru.

"Ini merupakan upaya kami memberbaiki kualitas pendidikan. Ini huga bagian dari semangat Kota Bandung untuk membersihkan dari pelayanan yang masih diwarnai pungli. Ini sesuai semangat Presiden Jokowi memberantas pungli," kata Emil di Pendopo Kota Bandung, Kamis (20/10/2016). 

Menurut Emil, keputusan ini sudah melalui proses yang panjang dan mendetail. Koridor hukum untuk pemberian sanksi juga sudah dikaji mendalam. Ia berharap, keputusan ini menjadi terapi kejut bagi para kepala sekolah lainnya, agar terpacu memperbaiki mutu layanan dan tidak melakukan pungutan. 

"Kepala sekolah yang diberhentikan ini bertugas di sekolah-sekolah favorit. Namun, inilah bentuk komitmen Pemkot Bandung dalam menegakkan aturan dan melawan pungli," tegas Emil. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,