Akhir 2016 Jembatan Layang Antapani Bandung Rampung

Akhir 2016 Jembatan Layang Antapani Bandung Rampung

Progres pembangunan Jembatan Layang Antapani Kota Bandung diklaim telah mencapai 70 persen. (foto - Dok Kementerian PUPR)

Bandung - Progres pembangunan Jembatan Layang Antapani di Kota Bandung saat ini diklaim telah mencapai 70 persen, sejak dimulainya pembangunan (ground breaking) oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada 10 Juni lalu.
 
Dengan rencana masa konstruksi enam bulan, jembatan tersebut direncanakan akan rampung pada minggu ke-3 Desember 2016. Pembangunan jembatan layang tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan di persimpangan Antapani, tepatnya di simpang Jalan Jakarta-Terusan Jakarta-Jiaracondong. Jembatan Layang Antapani memiliki panjang 400 meter, dengan dua lajur dua arah.
 
Menggunakan teknologi struktur baja bergelombang atau Corrugated Mortar Pusjatan (CMP), jembatan dengan teknologi itu merupakan yang pertama dibangun di Indonesia. Struktur baja bergelombang dengan kombinasi timbunan ringan punya beberapa keunggulan. Misalnya, waktu pengerjaaan konstruksi jembatan lebih cepat setengahnya, serta biaya hemat hingga sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan pembangunan jembatan layang dengan struktur beton bertulang.
 
Adapun Struktur baja bergelombang dan dikombinasikan dengan timbungan ringan, merupakan salah satu rancang bangun aplikatif yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR. "Ini merupakan proyek percontohan mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang jalan dan perlintasan kereta," kata Menteri Basuki. dilansir laman PU.go.id, Jumat (21/10/2016).
 
Pembangunan jembatan layang Antapani merupakan proyek kerja sama antara Pusat Jalan & Jembatan, Balitbang, Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Bandung dan Posco Steel Korea. Dari total biaya Rp 35 miliar, komposisinya Rp 21,5 miliar dari Kementerian PUPR, Rp 10 miliar dari Pemkot Bandung dan Rp 2 miliar dari Posco Steel Korea berupa material.
 
Kementerian PUPR tahun ini juga tengah membangun lima jembatan layang, dengan menggunakan teknologi sejenis untuk mengatasi kemacetan di lima lokasi di Kabupaten Brebes dan Tegal. Kelima perlintasan itu Dermoleng, Klonengan, Kesambi, Karang Sawah dan Kretek. Sebelum arus mudik 2017, jembatan layang itu ditargetkan sudah bisa dimanfaatkan. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,