Tampung Keluhan Warga, Kemenaker Buka Call Center

Tampung Keluhan Warga, Kemenaker Buka Call Center

Tampung Keluhan Warga, Kemenaker Buka Call Center

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka "call center" ketenagakerjaan untuk menampung pengaduan masyarakat mengenai masalah ketenagakerjaan.

"Pengaduan ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas saya karena memang banyak persoalan yang tidak bisa hanya didengarkan saja tapi harus ditindaklanjuti," kata Menaker Muh Hanif Dhakiri di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Saat ini, mekanisme pengaduan yang ada masih terpisah-pisah di masing-masing direktorat jenderal namun kedepannya pengaduan melalui "call center" tersebut akan dibuat secara komprehensif dan terintegrasi.

"Kita akan bangun mekanisme pengaduan yang sifatnya tidak parsial atau terpisah satu sama lain. Kita akan coba mengintegrasikan pengelolaan pengaduan masyarakat itu sekaligus membuatnya online agar pemerintahan ini menjadi semakin responsif," ujarnya.

Hanif mengungkapkan nantinya mekanisme pengaduan ketenagakerjaan akan dikonsolidasikan dengan seluruh unit yang ada sehingga permasalahan ketenagakerjaan yang banyak dapat teratasi satu per satu.

"Kita tahu bahwa persoalan ketenagakerjaan ini banyak dan luas. Oleh karena itu maka perlu dibentuk kelembagaan yang terkait dengan pengaduan dan pelayanan ketenagakerjaan," tuturnya.

Hanif berharap dengan adanya call center tersebut, kementerian bisa berjalan dan bisa dikelola secara lebih transparan dan lebih bertanggung jawab.

Ia juga meminta agar seluruh sistem online di Kemnaker dihubungkan dengan kelembagaan atau pemangku kepentingan lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kemenaker.

"Pembuatan sistem online yang terkait dengan tata kelola kementerian ini menjadi visi dari pemerintah yang tentunya harus diwujudkan dalam seluruh kinerja. Terkait dengan soal itu kami akan meminta saran-saran dari Kemenpan terkait dengan implementasi dari e-governments," jelasnya. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,

terkait

    Tidak ada artikel terkait