Strategi Baru Polisi Filipina Perangi Jaringan Narkoba

Strategi Baru Polisi Filipina Perangi Jaringan Narkoba

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte. (foto - ist)

Manila - Dalam memerangi jaringan narkoba di negaranya, kini Kepolisian Nasional Filipina melancarkan sebuah strategi khusus. Yakni dengan melancarkan operasi dengan sandi 'Project Double Barrel Alpha'.
 
Menurut seorang sumber di kepolisian Filipina,  saat ini akan mengurangi jumlah pembunuhan terhadap tersangka, dan lebih berfokus untuk menangkap orang-orang terkemuka yang terkait dengan perdagangan narkoba.
 
Operasi dengan sandi 'Project Double Barrel Alpha' tersebut akan fokus untuk menangkap politisi, militer, polisi, pejabat pemerintah serta selebritas yang diduga terlibat dalam jaringan barang haram tersebut.
 
Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/10/2016) Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina, Dionardo Carlos membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, operasi itu akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Meski demikian, ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai 'cara kerja' operasi itu.
 
Mengenai kenapa langkah itu baru dilakukan saat ini, Carlos menilai  hal itu terkait dengan extrajudicial killing atau pembunuhan di luar ranah hukum. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi hal itu (extrajudicial killing). Ini adalah keputusan kolektif setelah dilakukan diskusi mendalam,mengenai implikasi dari masalah tersebur," kata  Carlos.
 
Sementara itu, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte telah memberikan waktu kepada pihak kepolisian selama enam bulan untuk menekan angka peredaran narkoba dan kriminalitas lainnya. Namun, ia akhirnya memperpanjang kampanye yang disebut 'Project Double Barrel Alpha'  menjadi satu tahun.
 
Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Filipina, sudah hampir 2.300 orang dibunuh dalam tindak kekerasan. Angka itu  pun menuai kritik tajam dari Barat, PBB, kelompok hak asasi manusia (HAM) serta beberapa Imam Katolik. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,