Menang 3-2 atas PSM di GBLA Modal Berharga bagi Persib

Menang 3-2 atas PSM di GBLA Modal Berharga bagi Persib

Persib Bandung kalahkan PSM Makassar 3-2 di Stadion GBLA Gedebage Bandung Juli lalu. (foto - ist)

Bandung - Kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung akhir Juli lalu, merupakan modal berharga bagi skuat Maung Bandung menghadapi laga tandang, Sabtu 29 Oktober 2016.
 
Bahkan, kemenangan itu menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Djadjang Nurdjaman yang ketika itu kembali menukangi Maung Bandung.  Kembalinya Djadjang terjadi karena hasil minor yang diperoleh pelatih Dejan Antonic.
 
Kini, Djanur kembali akan bertemu pasukan Robert Rene Alberts tersebut. Kali ini giliran Persib yang akan menyambangi kandang PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
 
Diakui Djanur, sejauh ini secara pribadi dirinya telah mengenal skema permainan PSM Makassar di bawah kendali Rene Albert. "Setiap permainan lawan sudah ada dalam bayangan saya termasuk PSM. Meski Rene butuh waktu 5 atau 4 laga awal kalah terus, kini  mulai lebih baik terutama di putaran kedua," kata Djanur.
 
Meski sedang menjalani tren baik, secara peringkat di Indonesian Soccer Championship (ISC), untuk sementara Persib lebih baik ketimbang PSM. Persib yang sudah 24 kali bermain telah mengantongi 36 poin dan bercokol di peringkat ke-9 klasemen ISC 2016 . Sementara PSM berada satu strip di bawahnya dengan 35 poin hasil dari 25 kali bermain.
 
Ini artinya jika Persib berhasil memetik kemenangan di Makassar, dipastikan Maung Bandung mulai bisa meninggalkan papan tengah. PSM pun sudah mencicipi sejumlah kekalahan di ISC 2016 saat bermain di kandang. 
 
Kekalahan pertama mereka didapat dari Arema Cronus dengan skor 1-0 pada 12 Juni 2016. Kemudian kalah 0-2 dari Pusamania Borneo FC pada 23 Juni 2016. Sedangkan kekalahan ketiga mereka didapatkan dari Bhayangkara FC, dengan skor 1-2 pada 25 Juli 2016. 
 
Dengan begitu, kandang PSM masih cukup bersahabat bagi lawannya yang berkunjung ke sana. "Statistik itu bisa saja menguntungkan tapi tidak selamanya terpaku dengan itu. Semua bisa terjadi saat 2 X 45 menit di lapangan," tegasnya.
 
Menurut Djanur, Persib pun siap mematahkan serangan lawan yang selalu diawali dari sektor sayap. Rene memang selalu mengeskplorasi kekuatan sayap yang kini dihuni pemain cepat seperti Titus Bonai. "Ia mengeksplorasi sayap, makanya ia memasukkan Titus Bonai ke dalam timnya karena saya lihat tipikalnya begitu. Apalagi PSM tidak berubah saat dipegang Rene, cepat ada, keras ada, bahkan sekarang lebih cepat," katanya.
 
Modal untuk menangkal kekuatan tersebut, yakni dengan meningkatkan lagi kondisi fisik para pemain. Sebab dengan waktu yang sempit karena Kamis 27 Oktober 2016 ini tim Persib sudah berangkat ke Makassar, otomatis latihan harus diintensifkan. (Jr.)**
.

Categories:Persib,
Tags:,